Cuaca Madiun Raya 3 Hari, Cerah-Berawan, Potensi Hujan Singkat di Beberapa Wilayah
- 30 Sep 2026 11:40 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, kondisi atmosfer Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026 masih menunjukkan variasi antarwilayah. Pengamat Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, Setiyaris mengatakan, kondisi kering masih dominan di sejumlah wilayah, ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat panjang hingga ekstrem. Hal itu seiring pengaruh El Niño dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan nilai DMI yang menunjukkan berkurangnya suplai uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat, sehingga curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah. Namun demikian, dinamika atmosfer regional dan lokal tetap dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah tertentu, sehingga hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal. Dengan demikian, meskipun kondisi iklim global secara umum masih mendukung pola yang relatif kering, kondisi cuaca di Indonesia tetap beragam, dengan sebagian wilayah mengalami periode kering yang berlanjut sementara wilayah lainnya masih berpeluang mengalami hujan signifikan. Sedangkan untuk wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan singkat yang bersifat lokal di beberapa wilayah.
”Wilayah Madiun Raya dalam 3 hari ke depan diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan sangat ringan atau singkat yang bersifat lokal di beberapa wilayah,” ungkap Setiyaris, Rabu, 30 September 2026.
Pada pagi hari, cuaca cerah hingga cerah berawan, dengan potensi udara kabur atau kabut tipis lokal di wilayah lereng dan lembah. Suhu udara berkisar 19–26°C, kelembapan 65–98%, Siang hari, cerah hingga panas terik, dengan peluang pertumbuhan awan hujan lokal di wilayah perbukitan menjelang sore. Kemudian malam hingga dini hari, cerah berawan hingga berawan, dengan potensi kabut tipis lokal terutama di wilayah lereng pegunungan dan pesisir. Setiyaris menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering, dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan air juga perlu dihemat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....