BMKG Prediksi Musim Kemarau di Jawa Timur Berlangsung hingga November
- 30 Sep 2026 08:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Musim kemarau di wilayah Jawa Timur, termasuk daerah Madiun dan sekitarnya, diprakirakan akan berlangsung lebih panjang hingga bulan November mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa awal musim hujan mengalami kemunduran dari siklus normalnya dan diprediksi baru akan mulai memasuki sebagian besar wilayah pada penghujung akhir tahun.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda BMKG, Trya Chandra Meilusiani, S.Tr., dalam dialog singkat Informasi Cuaca, programa 1 RRI Madiun, Rabu 30 September 2026 menyampaikan bahwa awal musim hujan baru akan dimulai pada bulan Desember. "Untuk wilayah Madiun tepatnya atau wilayah Jawa Timur, untuk musim kemarau kami prakirakan akan masih terus bertahan hingga bulan November.
Kemudian kami prakirakan untuk awal musim hujan pada tahun ini akan jatuh pada bulan Desember," ungkap Trya. Ia menambahkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan baru terjadi pada bulan Februari dengan sifat curah hujan yang tergolong normal.
Masyarakat pun dihimbau untuk mewaspadai masa peralihan atau pancaroba yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, seperti angin puting beliung, petir, hingga hujan lebat secara mendadak. "Kami menghimbau untuk masa peralihan sendiri biasanya untuk cuacanya lebih cenderung terjadi perubahan yang secara signifikan karena banyak pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus baik secara lokal yang bisa menyebabkan adanya potensi puting beliung, petir, dan hujan lebat disertai angin," jelas Trya.
Perubahan suhu yang drastis selama masa transisi ini juga menjadi salah satu faktor utama yang sering memicu penurunan kondisi kesehatan masyarakat.
Terkait dengan potensi hujan dalam jangka pendek, BMKG memperkirakan cuaca di wilayah Madiun masih cenderung cerah hingga cerah berawan dalam tiga hari ke depan. Apabila terjadi hujan, intensitasnya diprediksi hanya berskala lokal dan tidak merata. Sementara itu, suhu udara di Kota Madiun berada pada rentang normal dengan titik panas tertinggi diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius.
Selain suhu udara yang cukup hangat, pemantauan terhadap potensi titik panas (hotspot) pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terus dilakukan. Madiun mencatatkan tingkat kerawanan yang relatif aman jika dibandingkan dengan daerah lain. "Untuk wilayah Madiun, kami prakirakan untuk titik hotspot-nya hanya ada satu, rendah," tutur Trya mengenai sebaran titik panas di wilayah Kabupaten Madiun.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar menanti datangnya musim penghujan serta selalu menjaga kesehatan tubuh di tengah teriknya suhu kemarau. Di samping itu, kewaspadaan mandiri terhadap bahaya kebakaran lingkungan harus tetap ditingkatkan hingga masa transisi cuaca tiba secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....