Kebakaran Gunung Lawu Meluas, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Cemoro Sewu
- 15 Sep 2026 04:38 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Lawu, Jawa Timur, dihentikan sementara menyusul meluasnya kebakaran hutan di kawasan pegunungan tersebut. Perum Perhutani KPH Lawu Ds mengambil langkah pengamanan dengan menutup akses pendakian pos Cemoro Sewu mulai Senin (14/9/2026).
Penutupan dilakukan untuk menghindari risiko pendaki terjebak di kawasan hutan yang masih terdampak kebakaran. Perhutani juga meminta pendaki yang masih berada di kawasan atas segera turun ke lokasi yang lebih aman.
Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan mengatakan, belum ada kepastian kapan jalur pendakian dapat kembali dibuka. Keputusan tersebut akan menunggu kondisi kawasan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran.
“Untuk sementara seluruh jalur pendakian menuju puncak kita tutup. Pendaki yang masih berada di atas juga sudah kami minta turun,” kata Hermawan, Senin (14/9/2026) malam.
Menurut Hermawan, pengosongan kawasan atas menjadi bagian penting dari upaya mitigasi. Api masih berpotensi bergerak mengikuti arah angin, sehingga keberadaan pendaki di sekitar lokasi kebakaran dinilai berisiko.
Ia menambahkan, kondisi kebakaran hingga Senin malam masih dalam penanganan petugas. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare berdasarkan perhitungan sementara.
“Kalau dari perkiraan awal sekitar dua hektare, sekarang hasil penghitungan sementara sudah sekitar lima hektare,” ujarnya.
Kebakaran terjadi di dua petak hutan, yakni Petak 50A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Kabupaten Magetan, serta Petak 42E RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, Kabupaten Ngawi.
Hermawan menjelaskan, api di kawasan Petak 42 sempat padam pada Minggu sore. Namun, hembusan angin kembali memicu munculnya api di kawasan tersebut.
“Di Petak 42 tadi sempat padam. Tetapi setelah terkena angin, ada informasi api kembali menyala,” katanya.
Ia menyebut, pola pergerakan api tidak berlangsung serentak di seluruh kawasan. Kobaran menjalar secara bertahap mengikuti kondisi vegetasi dan arah hembusan angin.
Petugas Perkuat Penyekatan di Kawasan Atas
Untuk mengendalikan kebakaran, petugas gabungan bersama Perhutani membuat ilaran atau sekat bakar di bagian atas kawasan hutan yang menjadi arah pergerakan api. Penyekatan dilakukan untuk membatasi jalur rambatan api agar tidak meluas ke area lain.
Hermawan mengatakan, ilaran alami di sejumlah bagian kawasan juga membantu menahan pergerakan api.
“Di atas kita lakukan penyekatan. Ilaran alami juga sudah membantu menahan api, sehingga pergerakannya tidak sampai ke bawah,” ujarnya.
Selain membuat ilaran, Perhutani menempatkan personel di kawasan atas untuk mengawasi pergerakan api. Sebanyak 10 personel dari wilayah Ngawi disiagakan di bagian atas, sementara 10 personel lainnya ditempatkan di sekitar Petak 50A1.
“Personel tetap kita tempatkan di atas. Kalau api bergerak naik, akan kita putus di bagian atas,” kata Hermawan.
Kondisi angin masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Tiupan angin berpotensi membawa bara ke titik lain dan memicu kembali api yang sebelumnya telah padam.
Hermawan mengatakan, petugas akan kembali melakukan penanganan apabila api kembali melompat akibat angin.
“Kalau malam ini angin membuat api melompat lagi, besok akan kita tangani kembali. Polanya memang seperti itu,” ujarnya.
Perhutani memprioritaskan pengamanan kawasan atas, pemantauan titik api, serta penguatan sekat bakar. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu tetap ditutup hingga kondisi kawasan dinyatakan aman bagi pendaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....