Kebakaran Hutan Lawu Meluas ke Ngawi, Luas Area Terbakar Capai 5 Hektare

  • 15 Sep 2026 04:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan – Kebakaran hutan pinus di kawasan lereng Gunung Lawu meluas hingga wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Pergerakan api dari kawasan hutan Magetan menuju wilayah Ngawi dipengaruhi kondisi angin yang cukup kencang.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan mengatakan, petugas masih melakukan pemantauan di kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kobaran api.

“Petugas masih berada di lokasi untuk memantau kondisi. Kami pastikan bara yang tersisa tidak berkembang menjadi api lagi,” kata Hermawan, Senin malam.

Hermawan menyebutkan, kebakaran telah menjangkau dua petak hutan yang berada di wilayah administrasi berbeda. Titik pertama berada di Petak 50A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Sementara itu, api juga telah mencapai Petak 42E RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu Ds, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

“Untuk wilayah Ngawi, api sudah masuk Petak 42E BKPH Lawu Utara. Kalau total luasan yang terbakar sementara sekitar 4 hektare,” ujarnya.

Area lereng Lawu yang terbakar juga terus meluas, berdasarkan perhitungan sementara mencapai sekitar 5 hektare. Sebelumnya, luas kebakaran diperkirakan sekitar 2 hektare.

Ia menjelaskan, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian kebakaran. Hembusan angin dapat membawa bara dari satu titik ke kawasan lain, terutama pada area yang ditumbuhi vegetasi kering.

Karena itu, petugas masih melakukan penyisiran dan pengawasan di sekitar lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala.

“Angin masih cukup kencang di lereng Lawu. Jadi kami terus melakukan pemantauan dan penyisiran untuk memastikan kondisi tetap aman,” kata Hermawan.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan hutan pinus Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Api kemudian bergerak ke arah kawasan hutan di Kabupaten Ngawi.

Penanganan melibatkan petugas Perhutani bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dan unsur terkait. Selain pemadaman, petugas membuat sekat bakar atau ilaran dengan membersihkan vegetasi pada jalur tertentu untuk menghambat pergerakan api.

Hingga Senin, petugas masih bersiaga di sejumlah titik kawasan hutan. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kobaran kembali membesar akibat tiupan angin.

Hermawan berharap kondisi kebakaran segera dapat dikendalikan.

“Mudah-mudahan kondisi segera aman dan terkendali,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....