Realisasi Baru 46 Persen, Pemkot Madiun Dorong Percepatan Pengadaan Barang-Jasa
- 09 Sep 2026 14:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong percepatan realisasi pengadaan barang dan jasa memasuki September ini. Pasalnya, hingga bulan kesembilan tahun anggaran 2026, realisasi pengadaan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) masih mencapai sekitar 46 persen.
Berdasarkan data, nilai pengadaan yang telah terealisasi mencapai Rp502,4 miliar dari total pagu Rp1,08 triliun. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat monitoring dan evaluasi percepatan pengadaan barang dan jasa tahun 2026 di gedung pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Selasa 8 September 2026.
Bagus mengatakan, realisasi yang telah terserap atau terbayarkan saat ini sekitar 46 persen. Namun, sejumlah pekerjaan masih berjalan sehingga progres keseluruhan diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen.
’’Hari ini realisasi yang sudah terserap atau terbayar itu 46 persen. Tetapi pekerjaan yang masih berjalan kurang lebih perkiraannya 60 persen,’’ ujarnya.
Karena itu, Bagus meminta para pejabat pengadaan di masing-masing OPD segera merealisasikan belanja sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).
Meski demikian, dia menegaskan percepatan pengadaan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Seluruh proses tetap harus mengacu pada ketentuan dan kebutuhan yang telah ditetapkan.
’’Bukan masalah cepatnya. Kecepatan ini harus sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang ada tetap harus dijalankan. Nomor satu adalah kualitas,’’ ucapnya.
Menurut Bagus, para peserta monitoring dan evaluasi telah mendapatkan pembekalan terkait pelaksanaan pengadaan. Harapannya, materi tersebut dapat diterapkan dalam proses pengadaan di masing-masing OPD.
Dia menekankan, proses pengadaan harus dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Namun, kualitas barang maupun pekerjaan tetap menjadi pertimbangan utama.
’’Siapa pun pesertanya boleh, yang menang juga boleh siapa pun. Tetapi nomor satu adalah kualitas,’’ katanya.
Bagus juga menyoroti realisasi pengadaan di sejumlah OPD yang masih berada di bawah 50 persen. Setelah dilakukan pengecekan, rendahnya realisasi tersebut sebagian disebabkan pekerjaan masih berjalan dan belum masuk tahap pembayaran.
’’Tadi sudah saya cross-check. Ada beberapa pekerjaan yang berjalan dan belum terbayar. Banyak yang realisasinya belum di atas 50 persen seperti itu,’’ ujarnya.
Sementara itu, sejumlah paket pengadaan dipastikan belum dapat direalisasikan tahun ini. Salah satunya pengadaan konstruksi pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Madiun dengan nilai pagu Rp13,1 miliar.
Bagus menyebut pelaksanaan proyek tersebut direncanakan pada 2027.
’’Kalau RSUD, kemarin sudah kami sampaikan bahwa itu nanti dilaksanakan tahun depan,’’ ucapnya.
Adapun pengadaan seragam sekolah senilai Rp1,3 miliar untuk siswa tahun ajaran 2026/2027 saat ini masih dalam proses tender. Pemkot menargetkan proses lelang rampung pada bulan ini.
’’Insyaallah selesai tender bulan ini. Nanti November akan dibagikan,’’ pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....