Open House Digelar, Pemkab Madiun Matangkan Kesiapan Sekolah Rakyat

  • 14 Jul 2026 19:05 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mematangkan kesiapan operasional Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun yang diikuti calon siswa beserta orang tua dari Kabupaten Madiun dan Ponorogo, Selasa (14/7/2026).

Hari menyampaikan progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai 92 persen dan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026. Selain pendidikan gratis, para peserta didik juga akan mendapatkan berbagai fasilitas, seperti kebutuhan makan setiap hari, seragam, sepatu, perlengkapan belajar, serta tempat tinggal di asrama.

"Bangunan ini sudah 92 persen. Insyaallah tanggal 31 Juli clear selesai. (Fasilitas.red) Semuanya tersedia, termasuk fasilitas makan, fasilitas sekolah, baju, sepatu, semuanya lengkap," jelas Hari.

Selain itu, tenaga pendidik juga telah disiapkan untuk mendukung operasional awal. Hari menjelaskan sebanyak 30 guru bantu akan bertugas selama tiga bulan sambil menunggu penempatan guru dari Kementerian Sosial.

Hari juga meminta seluruh tenaga pendidik menjalankan tugas sesuai standar operasional yang ditetapkan Kementerian Sosial. Selain memberikan pembelajaran, guru diharapkan mendampingi siswa dengan penuh kepedulian, ketulusan, dan keikhlasan agar tujuan pembentukan karakter peserta didik dapat tercapai.

Di sisi lain, Hari mengakui kuota peserta didik jenjang SD masih belum terpenuhi. Hingga kini, jumlah calon siswa jenjang SD baru mencapai 32 siswa dari total kuota 90 kursi.

Menurut Hari, kondisi tersebut terjadi karena sebagian orang tua masih ragu melepas anak untuk mengikuti pendidikan berasrama. Oleh sebab itu, melalui kegiatan Open House, pemerintah ingin memberi kesempatan kepada orang tua melihat langsung fasilitas dan sistem pembinaan di Sekolah Rakyat sehingga semakin yakin untuk menyekolahkan anaknya.

"Biar mereka memahami bahwa fasilitas yang kita berikan itu luar biasa. Kita juga menunjukkan contoh siswa dari Ponorogo. Kita tidak sekadar menciptakan anak-anak ini menjadi pandai saja, tetapi juga berkarakter," ujar Hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, memastikan kesiapan Sekolah Rakyat terus dipantau bersama Kementerian Sosial. Ia mengatakan dari 18 Sekolah Rakyat permanen di Jawa Timur, progres pembangunan fisik rata-rata telah mencapai lebih dari 91 persen dan ditargetkan siap digunakan pada akhir Juli.

"Sekarang sudah on process, dikebut oleh Kementerian PU dan juga pelaksananya. Semua sarpras sudah on the track, sarprasnya dilengkapi, bangunannya dipercepat, ini semua dalam rangka percepatan supaya 31 Juli nanti sudah bisa semua untuk pelaksanaan MPLS," tutur Novi.

Manfaat Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga keluarga mereka. Novi menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan program pendampingan bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Program tersebut meliputi pemberdayaan ekonomi bagi orang tua yang memiliki usaha serta penguatan perlindungan jaminan sosial. Melalui program tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....