Pemkot Madiun Dorong Batik Punya Identitas Khas Daerah

  • 16 Sep 2026 06:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong perajin batik untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat identitas motif khas daerah. Upaya itu dilakukan melalui Pelatihan Peningkatan Daya Saing Motif Khas Daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun di Gedung Dekranasda, Senin 14 September 2026.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Madiun (APBM). Mereka didorong menciptakan motif yang tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan karakter Kota Madiun.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, penguatan kapasitas perajin menjadi penting agar batik Madiun memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Menurut dia, identitas Kota Madiun dapat dituangkan melalui berbagai ikon daerah, seperti pecel, pencak silat, dan kereta api.

“Batik itu di seluruh daerah pasti ada. Tetapi, khususnya di Madiun ini harus punya identitas. Bikin batik yang mempunyai identitas khas Kota Madiun, ini yang diperlukan,” ujarnya saat menjadi pemateri pelatihan.

Bagus menyebut, motif batik Madiun harus terus dikembangkan dan dibuat lebih beragam. Tidak hanya mengandalkan bentuk visual, tetapi juga mengangkat cerita serta sejarah yang ada di Kota Madiun.

“Tiga identitas yang sekarang jadi maskot itu pecel, pendekar, sama kereta api. Ini bisa digali dengan cerita-cerita sejarah dan narasi yang bisa dibangun,” katanya.

Dengan begitu, lanjut dia, setiap motif batik dapat memiliki cerita mengenai Madiun. Harapannya, masyarakat dari luar daerah bisa langsung mengenali asal batik ketika melihat motifnya.

“Sehingga nanti di setiap ada bentuk motif batik, orang sudah paham, ‘Oh, ini Madiun’,” ujarnya.

Peserta Pelatihan Peningkatan Daya Saing Motif Khas Daerah menunjukan motif batik di kertas. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Tak berhenti pada pengembangan motif, Pemkot Madiun juga menyiapkan penguatan ekosistem usaha batik. Salah satunya melalui rencana pembangunan galeri khusus batik.

Bagus menilai keberadaan Dekranasda selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya tengah menggagas konsep galeri yang nantinya dapat menjadi ruang untuk memamerkan sekaligus mengenalkan karya perajin batik Madiun.

“Saya pengin nanti teman-teman hasil dari upgrade motif ini bikin desain-desain masing-masing. Insyaallah 2027 kita perencanaan bikin galeri khusus batik,” ucapnya.

Pemkot Madiun juga akan terus memberikan intervensi untuk mendukung pengembangan usaha para perajin. Salah satunya berupa bantuan peralatan produksi.

Bagus mengatakan, dirinya kerap menanyakan langsung kebutuhan peralatan kepada para pelaku usaha batik saat melakukan kunjungan. Kebutuhan tersebut kemudian akan dicatat untuk diupayakan melalui anggaran pemerintah daerah.

“Kalau untuk pembiayaan, nanti pasti kita connect-kan dengan perbankan,” ujarnya.

Selain penguatan dari sisi peralatan dan pembiayaan, peningkatan kualitas perajin juga akan dilakukan melalui studi banding. Bagus berencana mengajak para perajin batik Madiun belajar langsung ke Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu sentra batik nasional.

Menurut dia, pengalaman melihat dan mempelajari produk dari daerah lain penting untuk membangun standar kualitas sekaligus mental para perajin.

“Jangan hanya belajar dari batik di rumah sendiri, tetapi harus bisa mengukur kualitas batiknya dari batik yang dari luar Kota Madiun. Bangun mentalnya juga penting,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....