Minuman Sehat di Pagi Hari, Apa Saja Pilihan Terbaiknya?
- 02 Sep 2026 09:38 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Memilih minuman yang tepat pada pagi hari dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat. Setelah beraktivitas sepanjang malam, tubuh membutuhkan asupan cairan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidrasi sebelum menjalani berbagai kegiatan.
Tidak semua minuman cocok dikonsumsi pada pagi hari. Minuman dengan kandungan gula tinggi, misalnya, sebaiknya tidak menjadi pilihan utama karena konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan asupan kalori dan dalam jangka panjang berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan.
Lantas, apa saja minuman yang bisa menjadi pilihan sehat untuk mengawali hari?
1. Air Putih
Air putih menjadi salah satu pilihan paling sederhana dan aman untuk mengawali pagi. Selain tidak mengandung gula dan kalori, air membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda, tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi lingkungan, serta kondisi tubuh. Namun, membiasakan diri minum air setelah bangun tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga asupan cairan sepanjang hari.
Air putih juga dapat menjadi pilihan utama dibandingkan minuman manis yang memberikan tambahan kalori tanpa memberikan banyak zat gizi.
2. Teh Tanpa Gula
Teh, terutama teh hijau, dapat menjadi alternatif minuman pagi. Teh mengandung senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan.
Sebuah umbrella review yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research menganalisis 96 meta-analisis mengenai konsumsi teh dan berbagai dampaknya terhadap kesehatan. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara konsumsi teh dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2. Namun, penelitian tersebut juga menekankan bahwa sebagian besar bukti berasal dari studi observasional sehingga hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan sebab-akibat.
Penelitian lain yang diterbitkan di Advances in Nutrition juga menemukan bahwa peningkatan konsumsi teh sekitar satu cangkir per hari berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Meski demikian, kualitas bukti berbeda-beda sehingga teh tetap sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat.
Agar lebih sehat, teh sebaiknya diminum tanpa gula atau dengan tambahan gula seminimal mungkin.
3. Kopi Tanpa Banyak Gula
Bagi masyarakat yang terbiasa minum kopi, kopi hitam tanpa tambahan gula berlebihan juga dapat menjadi pilihan pada pagi hari.
Kopi mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan rasa segar. Namun, respons tubuh terhadap kafein berbeda-beda. Karena itu, jumlah konsumsi perlu disesuaikan dengan toleransi masing-masing.
Yang perlu diperhatikan adalah tambahan gula, krimer, sirup, atau bahan lain dalam minuman kopi. Kopi yang awalnya rendah kalori dapat berubah menjadi minuman dengan kandungan gula dan energi cukup tinggi ketika ditambahkan berbagai pemanis.
4. Susu Rendah Gula
Susu dapat menjadi pilihan bagi orang yang membutuhkan tambahan protein dan sejumlah zat gizi lainnya. Kandungan protein dalam susu juga dapat membantu melengkapi sarapan.
Namun, pilihlah susu yang sesuai dengan kebutuhan dan perhatikan label kandungan gula. Produk susu dengan tambahan gula dalam jumlah tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein susu sapi, pilihan susu alternatif dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan gizi masing-masing.
5. Air Lemon Tanpa Gula
Air putih dengan tambahan perasan lemon juga dapat menjadi variasi minuman pagi. Lemon memberikan rasa dan aroma sehingga dapat membantu membuat konsumsi air putih terasa lebih menarik.
Namun, air lemon tidak perlu dianggap sebagai minuman "detoks" yang mampu membersihkan racun dari tubuh. Tubuh sudah memiliki organ seperti hati dan ginjal yang berperan dalam proses metabolisme dan pembuangan zat sisa.
Selain itu, menambahkan banyak gula atau madu justru akan meningkatkan kandungan gula dalam minuman tersebut.
Apa pun pilihan minumannya, kandungan gula menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian. Pengurangan hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
WHO juga menyebutkan bahwa konsumsi minuman berpemanis berhubungan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan yang tidak sehat. Minuman berpemanis dapat memberikan kalori cukup tinggi tetapi tidak selalu memberikan rasa kenyang seperti makanan padat.
Karena itu, minuman seperti teh manis, kopi dengan banyak gula, minuman bersoda, minuman kemasan tinggi gula, hingga minuman kekinian sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Memilih minuman sehat pada pagi hari merupakan kebiasaan yang baik, tetapi tidak dapat menggantikan pola makan yang seimbang.
WHO menganjurkan pola makan yang beragam dengan mengutamakan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh. WHO juga merekomendasikan konsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayuran per hari bagi orang berusia di atas 10 tahun.
Dengan demikian, pilihan terbaik untuk memulai pagi bukan hanya mengenai jenis minuman, tetapi juga keseluruhan pola makan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk hidrasi, sementara teh tanpa gula, kopi tanpa gula berlebihan, atau susu dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Yang tidak kalah penting, batasi minuman tinggi gula dan jadikan sarapan bergizi sebagai bagian dari rutinitas pagi untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....