Merdeka dari Gula: Lebih Paham Kebutuhan dan Batasan

  • 30 Agt 2026 06:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penderita diabetes di Indonesia berdasarkan International Diabetes Federation bahwa prevalensi mencapai 11,3 %, dari total populasi orang dewasa lebih dari 158 juta orang. Kondisi ini menjadi alarm bagi setiap individu untuk memperhatikan berbagai asupan makanan maupun minuman yang masuk dalam tubuh, dan salah satunya termasuk jumlah gula.

Pertanyaan berikutnya muncul, apakah kita memang perlu merdeka dari konsumsi gula?. Padahal banyak sekali berbagai makanan maupun minuman apalagi dalam kemasan yang mengandung gula tinggi didalamnya saat ini.

“Jadi merdeka konsumsi gula, atau merdeka dari gula berlebih artinya seperti apa?. Nah, hal ini bukan berarti kita bebas untuk mengonsumsi gula atau bukan sangat membatasi gula, namun ketika mengonsumsi gula kita harus sadar seberapa besar kebutuhannya,” ucap Nikmahtul Fadilla, Nutrisionis asal Madiun kepada RRI Madiun, dalam Program Indonesia Sehat, kemarin.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa selain takaran, hal lainnya ada frekuensi ketika mengonsumsi gula. Esensi merdeka dari konsumsi gula yang perlu digarisbawahi adalah lebih pada kesadaran dan kebutuhan.

”Jadi esensi merdeka dari konsumsi gula itu adalah kesadaran dan kebutuhan ya,” tambahnya.

Fadilla juga menyoroti, bahwa dampak dari mengonsumsi gula berlebih selain meningkatkan angka penderita diabetes juga naiknya orang dengan obesitas, maupun risiko penyakit tidak menular lainnya.

"Kondisi Indonesia sekarang kan kita tahu kalau konsumsi gula berlebih itu pasti akan meningkatkan risiko obesitas, risiko diabetes serta penyakit tidak menular yang lain. Sedangkan juga angka di Indonesia sekarang untuk masyarakat dengan obesitas maupun diabetes juga terus meningkat, bukannya menurun,” jelas Fadilla lebih lanjut.

Kesadaran masyarakat diperlukan guna menekan angka terjadinya dampak buruk dari konsumsi gula berlebih pada kesehatan. Fadilla juga mengingatkan terkait batasan konsumsi gula yang harusnya bisa benar- benar disadari setiap masyarakat.

“Batas konsumsi gula untuk kita yang perlu dicatat ya, dimana dalam satu hari itu empat sendok makan. Jadi empat sendok makan itu maksimal untuk gula tambahan dan untuk satu sendok makan biasanya 13 sampai 15 gram, sehingga akan lebih baik jika kurang dari takaran tersebut,” ucapnya.

WHO menyarankan bahwa dalam satu hari, untuk konsumsi gula adalah 25 gram. Namun, Fadilla juga kembali mengingatkan apabila kurang dari 25 gram jauh lebih baik, terlebih untuk kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....