Benarkah Makan Daging Merah Setiap Hari Berisiko? Ini Faktanya

  • 17 Jul 2026 16:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Daging merah seperti daging sapi, kambing, dan domba merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang kaya akan zat besi, vitamin B12, seng (zinc), dan berbagai nutrisi penting lainnya. Tidak mengherankan jika makanan ini menjadi bagian dari pola makan banyak orang.

Melansir dari Health, asupan tinggi daging merah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Hanya saja, studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merah lebih banyak terutama daging merah olahan lebih berpeluang terkena hipertensi dan penyakit jantung dibanding mereka yang tidak.

Daging merah olahan ini termasuk sosis, bacon, deli, juga salami. Daging olahan biasanya tinggi natrium sehingga membuat tubuh menahan air dan meningkatkan kadar tekanan darah.

Selain itu, terdapat kandungan pengawet seperti natrium nitrit yang bisa memicu peradangan dan meningkatkan tekanan darah.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika daging merah dikonsumsi setiap hari?

Jawabannya bergantung pada jumlah yang dikonsumsi, cara pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan. Berikut penjelasannya.

1. Tubuh Mendapat Asupan Protein Berkualitas Tinggi

Salah satu manfaat utama daging merah adalah kandungan proteinnya yang lengkap. Protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Bagi orang yang aktif berolahraga atau lanjut usia yang ingin mempertahankan massa otot, konsumsi daging merah dalam jumlah wajar dapat memberikan manfaat yang signifikan.

2. Meningkatkan Asupan Zat Besi dan Vitamin B12

Daging merah merupakan salah satu sumber terbaik zat besi heme, yaitu jenis zat besi yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati.

Selain itu, kandungan vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi saraf, serta mendukung produksi DNA. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, mudah lelah, hingga gangguan saraf.

3. Berpotensi Meningkatkan Kolesterol

Jika dikonsumsi setiap hari dalam porsi besar, terutama potongan daging yang tinggi lemak, kadar kolesterol LDL atau "kolesterol jahat" dapat meningkat.

Kolesterol LDL yang tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Risiko ini semakin besar jika konsumsi daging merah disertai pola makan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.

4. Sistem Pencernaan Bisa Terpengaruh

Daging merah hampir tidak mengandung serat. Jika konsumsi daging setiap hari tidak diimbangi dengan sayur, buah, dan biji-bijian utuh, seseorang dapat mengalami sembelit atau gangguan pencernaan.

Sebaliknya, mengombinasikan daging merah dengan makanan kaya serat membantu menjaga kesehatan usus dan memperlancar pencernaan.

5. Risiko Penyakit Kronis Dapat Meningkat

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dalam jumlah tinggi, terutama daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan kornet, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar.

Meski demikian, risiko tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti gaya hidup, aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan merokok, serta pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi daging merah dalam jumlah sedang tidak serta-merta menyebabkan penyakit.

6. Berat Badan Bisa Naik atau Tetap Stabil

Daging merah kaya protein sehingga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini berpotensi membantu mengendalikan nafsu makan.

Namun, jika dikonsumsi berlebihan bersama makanan tinggi kalori, seperti gorengan, saus tinggi gula, atau minuman manis, total asupan energi harian akan meningkat sehingga berat badan lebih mudah bertambah.

Berbagai organisasi kesehatan menyarankan agar konsumsi daging merah tidak berlebihan. Sebagai panduan umum, batasi konsumsi daging merah matang hingga sekitar 350–500 gram per minggu, terutama dengan mengurangi konsumsi daging olahan.

Pilih potongan daging yang rendah lemak dan gunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti direbus, dipanggang, atau dikukus, dibandingkan menggoreng dengan banyak minyak.

Tips Mengonsumsi Daging Merah dengan Sehat

  • Batasi porsi dan tidak harus mengonsumsinya setiap hari.
  • Pilih potongan daging tanpa lemak.
  • Perbanyak sayuran dan buah dalam setiap kali makan.
  • Kurangi konsumsi daging olahan.
  • Gunakan metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang, merebus, atau mengukus.
  • Seimbangkan dengan sumber protein lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Mengonsumsi daging merah setiap hari tidak selalu berdampak buruk, terutama jika porsinya sesuai kebutuhan dan dipadukan dengan pola makan yang seimbang. Daging merah menyediakan protein, zat besi, vitamin B12, dan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh.

Namun, konsumsi berlebihan—terutama daging berlemak dan daging olahan—dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker. Karena itu, kunci utamanya adalah menjaga porsi, memilih cara pengolahan yang sehat, dan melengkapi menu harian dengan sayuran, buah, serta sumber protein lainnya agar kebutuhan gizi tetap seimbang. (DMR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....