Penderita Hipertensi dan Diabetes Prolanis BPJS Kesehatan Madiun Tembus 112 Ribu

  • 19 Jul 2026 11:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Jumlah peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun terus bertambah. Hingga Juni 2026, jumlah peserta tercatat mencapai sekitar 112 ribu orang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Diah Puspitasari mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi terus meningkat. Peserta Prolanis merupakan masyarakat yang telah terdiagnosis hipertensi dan diabetes melitus (DM).

"Untuk peserta Prolanis di kami, BPJS Kesehatan (Cabang) Madiun saat ini posisinya di kami sudah 112.000 dan masih ongoing untuk bertambah terus," ujar Diah.

Menurut dia, peserta Prolanis tidak hanya berasal dari kalangan lanjut usia (lansia). BPJS Kesehatan juga mulai memberi perhatian khusus terhadap peserta berusia di bawah 45 tahun atau yang masuk kategori Prolanis muda.

Sebab, penyakit kronis perlu dikelola sejak dini untuk mencegah komplikasi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi kesehatan pasien dapat memburuk dan berujung pada meningkatnya biaya pelayanan kesehatan.

"Kalau penyakit kronis ini tidak dikelola dengan baik sejak awal, itu nanti jatuhnya lebih mudah komplikasi dan pembiayaan akan semakin besar," kata Diah.

Karena itu, BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat yang telah didiagnosis menderita diabetes melitus maupun hipertensi untuk mengikuti Prolanis. Dengan pengelolaan lebih dini, kondisi kesehatan peserta diharapkan dapat lebih terkendali.

"Harapannya nanti bisa dikelola lebih baik sehingga status kesehatannya semakin terkendali," ujar Diah.

Untuk mengikuti Prolanis, masyarakat tidak perlu memenuhi persyaratan khusus. Peserta yang telah terdiagnosis hipertensi atau diabetes melitus dapat mendaftar melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) masing-masing.

Peserta Prolanis nantinya mendapatkan sejumlah manfaat. Di antaranya edukasi kesehatan setiap bulan dan pemeriksaan status kesehatan secara berkala.

Selain itu, peserta juga didorong mengikuti aktivitas fisik. Kegiatan tersebut antara lain senam dan jalan sehat melalui program Gerak Sehat Peserta Prolanis (GSP).

Aktivitas fisik tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran peserta sekaligus mendukung pengendalian penyakit kronis yang diderita.

"Ini dilakukan biar fisik mereka tetap terjaga," ucap Diah mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....