Dokter Bedah Ingatkan Bahaya Menangani Luka Diabetes secara Sembarangan
- 21 Jul 2026 19:48 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Masyarakat diimbau tidak menangani luka pada penderita diabetes secara sembarangan. Dokter Spesialis Bedah RS DKT Kota Madiun, dr. Riston Regor, mengingatkan praktik menaburkan kopi atau tepung pada luka, maupun merendam dengan air hangat berisiko memperparah infeksi.
dr. Riston menjelaskan langkah pertama yang perlu dilakukan ketika penderita diabetes mengalami luka ialah membersihkannya menggunakan air mengalir atau cairan infus. Ia tidak menyarankan memasukkan bahan apa pun ke dalam luka karena kebersihan dan keamanannya tidak dapat dipastikan.
"Kalau ada luka, bersihkan dengan air mengalir atau cairan infus. Jangan memasukkan zat-zat lain ke dalam luka karena kita tidak tahu kebersihannya," ujarnya dalam program AE Raya Menyapa Pro 1 RRI Madiun, Senin (20/7/2026).
Ia juga mewanti-wanti penderita diabetes agar tidak merendam kaki yang terluka dengan air hangat, terutama bagi mereka yang mengalami kerusakan saraf tepi (ulkus neuropatik). Hilangnya sensitivitas terhadap suhu membuat penderita tidak menyadari jika air terlalu panas, sehingga berisiko memicu luka bakar yang justru memperparah kondisi luka.
"Kalau ternyata ulkusnya neuropatik, dia tidak bisa merasakan nyeri. Saat direndam, bisa jadi airnya terlalu panas dan menyebabkan luka bakar. Akhirnya justru memperberat luka, bahkan menyebabkan zat-zat luar masuk ke dalam luka dan menjadi infeksi," katanya.
Selain mencuci luka, dr. Riston menekankan pentingnya mengurangi tekanan pada area luka, misalnya dengan menghindari penggunaan alas kaki yang sempit agar luka tidak semakin melebar. Pada luka yang masih basah, balutan juga harus diganti secara rutin untuk mencegah kondisi lembap yang menjadi sarang berkembang biaknya bakteri. Menurutnya, penderita juga perlu mengendalikan kadar gula darah dengan rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
| Baca juga: Bangun Hidup Sehat, Upaya Cegah Penyakit |
dr. Riston menyebut penanganan luka yang kurang tepat sering kali membuat penderita baru datang ke fasilitas kesehatan setelah luka terlanjur terinfeksi berat.
Apabila infeksi sudah meluas, membuat penanganannya menjadi cukup serius bahkan dapat memicu kecacatan hingga kematian. Pada kondisi berat tersebut, perawatan biasa tidak lagi cukup dan dokter bedah mungkin harus mengambil tindakan amputasi guna mengontrol sumber infeksi.
"Kalau infeksinya cukup meluas bisa sampai menyebabkan morbiditas atau kecacatan bahkan sampai mortalitas. Dan penanganannya tentu tidak biasa hanya cuci luka saja, bisa saja sampai amputasi," tegasnya.
Karena itu, ia mengimbau penderita diabetes tidak menyepelekan luka sekecil apa pun. Apabila luka tidak kunjung membaik atau mulai menunjukkan tanda infeksi seperti muncul nanah, kemerahan, terasa panas, dan perubahan warna, penderita harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....