Psikolog Jelaskan Ketertarikan Gen Z pada Dunia Freelance
- 30 Mei 2026 11:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dunia freelance kini semakin diminati oleh Generasi Z, terutama di bidang kreatif dan digital. Banyak anak muda memilih bekerja secara mandiri dibanding terikat dengan sistem kerja konvensional yang dinilai lebih kaku dan terbatas.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa ketertarikan Gen Z terhadap dunia freelance dipengaruhi oleh perubahan cara pandang terhadap pekerjaan dan gaya hidup.
“Gen Z cenderung menginginkan kebebasan dalam bekerja, baik dari sisi waktu, tempat, maupun cara mereka menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya pada Jumat 29 Mei 2026.
Menurut Andi, generasi muda saat ini lebih mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan psikologis dibanding sekadar stabilitas kerja. Mereka ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap kehidupan dan karier yang dijalani.
“Bagi Gen Z, pekerjaan bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga tentang makna, passion, dan keseimbangan hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital membuat peluang freelance semakin mudah diakses. Melalui media sosial dan platform digital, anak muda kini dapat membangun portofolio, mencari klien, hingga bekerja lintas daerah tanpa harus berada di kantor.
Bidang seperti desain grafis, videografi, fotografi, penulisan konten, hingga digital marketing menjadi sektor yang banyak dipilih karena dianggap lebih dekat dengan kreativitas dan minat pribadi.
Selain faktor fleksibilitas, Andi menilai Gen Z juga cenderung kurang nyaman dengan sistem kerja yang terlalu formal dan hierarkis. Dunia freelance dianggap memberi ruang komunikasi yang lebih santai dan terbuka.
Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa pekerjaan freelance tetap memiliki tantangan besar, seperti ketidakpastian penghasilan, tekanan deadline, hingga jam kerja yang tidak menentu.
“Freelance memang terlihat bebas, tetapi tetap membutuhkan tanggung jawab, konsistensi, dan kemampuan mengatur diri yang baik,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup agar generasi muda tidak mengalami burnout akibat pola kerja yang tidak teratur.
“Jangan sampai karena terlalu mengejar proyek, justru kehilangan waktu istirahat dan kualitas hidup,” tegas Andi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....