Freelance Industri Kreatif Jadi Pilihan Gen Z, Kata Psikolog

  • 30 Mei 2026 11:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pekerjaan freelance di industri kreatif kini semakin diminati oleh Generasi Z. Banyak anak muda memilih jalur kerja fleksibel sebagai desainer, videografer, fotografer, ilustrator, hingga content creator dibanding bekerja dengan sistem kantoran konvensional.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh perubahan pola pikir Gen Z terhadap makna pekerjaan dan kualitas hidup.

“Gen Z cenderung mencari pekerjaan yang memberi ruang kebebasan, fleksibilitas, dan kesempatan untuk mengekspresikan diri,” ujarnya pada Jumat 29 Mei 2026.

Menurut Andi, industri kreatif menjadi pilihan karena dianggap lebih dekat dengan minat dan passion generasi muda. Selain itu, perkembangan teknologi digital membuat peluang kerja freelance semakin terbuka luas.

“Media sosial dan platform digital membuat anak muda merasa mereka bisa berkarya dan membangun karier secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada sistem kerja formal,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem kerja freelance dinilai lebih sesuai dengan karakter Gen Z yang adaptif, dinamis, dan tidak terlalu menyukai pola kerja yang kaku. Kebebasan mengatur waktu dan memilih proyek menjadi salah satu daya tarik utama.

Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa dunia freelance juga memiliki tantangan yang tidak ringan. Ketidakpastian penghasilan, tekanan deadline, hingga persaingan yang tinggi dapat memengaruhi kondisi mental jika tidak diimbangi dengan manajemen diri yang baik.

“Banyak yang melihat freelance hanya dari sisi fleksibilitasnya, padahal ada tuntutan disiplin dan tanggung jawab yang besar di baliknya,” tambahnya.

Selain itu, batas antara waktu kerja dan waktu istirahat sering kali menjadi kabur dalam pekerjaan freelance. Kondisi ini berpotensi memicu kelelahan mental atau burnout, terutama di industri kreatif yang membutuhkan energi emosional dan ide secara terus-menerus.

Untuk itu, Andi menyarankan agar generasi muda tetap memiliki pola kerja yang sehat, mampu mengatur waktu, serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kehidupan pribadi.

“Fleksibel bukan berarti tanpa aturan. Justru freelancer perlu punya disiplin yang kuat agar tetap stabil secara mental maupun finansial,” tegasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....