Psikolog Jelaskan Tantangan Freelance bagi Gen Z

  • 30 Mei 2026 10:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pekerjaan freelance kini menjadi pilihan banyak Generasi Z, terutama di bidang kreatif dan digital. Fleksibilitas waktu serta kebebasan bekerja menjadi alasan utama anak muda tertarik menjalani karier secara mandiri. Namun di balik itu, terdapat berbagai tantangan yang perlu dihadapi.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa dunia freelance memberikan kebebasan, tetapi juga menuntut kesiapan mental yang tinggi.

“Banyak Gen Z tertarik karena sistem kerjanya fleksibel, namun sering kali belum siap menghadapi tekanan dan ketidakpastian yang ada,” ujarnya pada Jumat 29 Mei 2026

Menurut Andi, salah satu tantangan terbesar freelancer adalah ketidakstabilan pendapatan. Berbeda dengan pekerjaan tetap, penghasilan freelance cenderung bergantung pada jumlah proyek dan kondisi pasar.

“Kondisi ini bisa memicu kecemasan, terutama ketika pekerjaan sedang sepi atau target finansial tidak tercapai,” jelasnya.

Selain itu, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi juga sering kali menjadi kabur. Banyak freelancer yang merasa harus selalu siap bekerja kapan saja demi memenuhi kebutuhan klien dan menjaga reputasi profesional.

“Karena tidak ada jam kerja yang jelas, banyak yang akhirnya sulit beristirahat dan terus merasa harus produktif,” tambah Andi.

Ia menambahkan, tantangan lain yang sering dialami Gen Z adalah tekanan untuk terus relevan di industri kreatif. Persaingan yang cepat berubah membuat freelancer merasa harus selalu mengikuti tren dan meningkatkan kemampuan secara terus-menerus.

Dari sisi psikologis, kondisi tersebut berpotensi memicu stres hingga burnout apabila tidak diimbangi dengan manajemen diri yang baik. Terlebih, sebagian freelancer juga bekerja sendirian tanpa sistem dukungan seperti di lingkungan kantor.

Untuk itu, Andi menyarankan agar freelancer memiliki pola kerja yang lebih teratur, menetapkan batas waktu kerja, serta tetap menjaga interaksi sosial agar kondisi mental tetap stabil.

“Fleksibilitas itu penting, tetapi disiplin dan keseimbangan hidup juga harus dijaga,” tegasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....