Manajemen BAIK Kelola Rasio Utang Demi Efisiensi

  • 27 Jan 2026 14:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Lonjakan liabilitas jangka panjang PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) sebesar 83,78% menjadi sorotan tajam bagi pemerhati pasar modal dalam paparan publik terbaru. Kenaikan signifikan dari periode 2024 ke kuartal ketiga 2025 ini memicu pertanyaan mendasar mengenai strategi pengelolaan utang dan dampaknya terhadap likuiditas perusahaan.

Baca juga: Ini Alasan Persediaan Produk PAN Brothers Menumpuk

Menanggapi kekhawatiran tersebut, manajemen menjelaskan bahwa penambahan utang tersebut digunakan secara spesifik untuk investasi aset distribusi. Strategi ini dirancang untuk menciptakan efisiensi rantai pasok dalam jangka panjang, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas. Meskipun secara persentase terlihat besar, manajemen mengklaim bahwa nilai nominalnya tidak cukup signifikan untuk mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

"Aset likuid kita cukup baik," ungkap manajemen saat membedah posisi neraca perusahaan. Mereka meyakinkan bahwa strategi pendanaan ini merupakan bagian dari rencana besar ekspansi distribusi yang memerlukan investasi modal di awal. Dengan memperkuat infrastruktur logistik secara mandiri, BAIK berharap dapat menekan biaya operasional pihak ketiga dan mempercepat aliran produk ke pasar.

Baca juga: Ini Dampak Bencana Sumatra Bagi Asuransi Ramayana

Para analis akan terus mencermati apakah peningkatan beban utang ini mampu membuahkan hasil berupa efisiensi yang dijanjikan. Keseimbangan antara pertumbuhan yang didorong oleh utang (leverage) dan pemeliharaan rasio likuiditas akan menjadi indikator utama kesehatan finansial BAIK di masa depan, terutama di tengah target ambisius mereka untuk merambah pasar luar Pulau Jawa.


Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....