Ini Dampak Bencana Sumatra Bagi Asuransi Ramayana

  • 22 Des 2025 14:48 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: PT Asuransi Ramayana Tbk. (ASRM) tengah menghadapi tantangan operasional menyusul serangkaian bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini. Dalam laporan pelaksanaan Public Expose yang dirilis pada 22 Desember 2025, manajemen perusahaan mengonfirmasi adanya dampak langsung terhadap portofolio nasabah di wilayah-wilayah tersebut.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung pada 18 Desember 2025, Diana Maheswari, salah satu peserta acara, melayangkan pertanyaan krusial mengenai sejauh mana dampak bencana alam di Sumatra terhadap stabilitas perusahaan dan sektor apa yang paling menderita kerugian.

Baca juga: Ini Alasan Persediaan Produk PAN Brothers Menumpuk

Menanggapi kekhawatiran tersebut, manajemen Asuransi Ramayana menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan rusaknya harta benda masyarakat. Sebagai penyedia asuransi umum dengan jangkauan operasional di ketiga provinsi terdampak, perusahaan mengakui bahwa sejumlah nasabah mereka menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Perusahaan telah mulai mendata kerugian sementara yang timbul pada setiap provinsi yang terdampak," tulis manajemen dalam tanggapannya. Meskipun proses inventarisasi klaim telah berjalan, pihak Asuransi Ramayana menekankan bahwa estimasi nilai kerugian total saat ini masih belum dapat dipastikan secara akurat.

Terkait spesifikasi kerugian, perusahaan mengidentifikasi tiga lini bisnis utama yang paling terdampak oleh bencana di Sumatra, yaitu:

  • Asuransi Harta Benda: Meliputi kerusakan bangunan dan aset properti.
  • Kendaraan Bermotor: Mencakup kerusakan unit kendaraan akibat dampak fisik bencana.
  • Engineering: Meliputi proyek-proyek teknik yang sedang berjalan di wilayah terdampak.

Baca juga: Strategi Campina Menjaga Margin di Tengah Tekanan Ekonomi

Acara Public Expose yang dibuka oleh Ibu Pingkan Prancisca pada pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh 35 peserta, termasuk investor dan perwakilan masyarakat. Selain membahas dampak bencana, Direktur Utama dan Umum-SDM, Bapak Syahril, juga memaparkan kinerja keuangan perusahaan hingga triwulan III tahun 2025 serta rencana strategis untuk menghadapi tantangan industri di tahun 2026.

Meskipun menghadapi tekanan dari klaim bencana alam, perusahaan yang telah berdiri selama hampir 70 tahun ini menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan melalui rencana bisnis yang telah disusun sebagai pedoman operasional masa depan.


Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....