Ini Strategi Pendanaan Ekspansi RATU di Masa Depan
- 02 Des 2025 09:17 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) secara aktif mengejar peluang akuisisi dan ekspansi anorganik untuk memperkuat portofolio bisnisnya, seiring dengan komitmen yang telah dicanangkan sejak perusahaan melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO) pada 8 Januari 2025. Dalam sesi Paparan Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu, 26 November 2025, manajemen RATU memberikan pandangan terperinci mengenai strategi pendanaan yang akan digunakan untuk mendukung langkah ekspansi ambisiusnya, terutama dalam mengakuisisi hak partisipasi (Participating Interest/PI) di blok-blok minyak dan gas bumi.
Menanggapi pertanyaan dari investor terkait bagaimana strategi pendanaan perusahaan untuk rencana ekspansi tersebut, manajemen RATU menjelaskan bahwa pendekatan pendanaan akan sangat bergantung pada ukuran (size) dari target akuisisi yang diincar.
Baca juga: Griya Idola IPO? Ini Jawaban Manajemen BRPT
Strategi pendanaan RATU dibagi menjadi dua skema utama, tergantung pada skala investasi yang dibutuhkan:
• Untuk Target Akuisisi Moderat: Jika ukuran akuisisi tergolong moderat, RATU berencana menutup kebutuhan pendanaan tersebut dengan mengandalkan ekuitas internal yang dimiliki perusahaan dan pinjaman bank (bank loan). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sumber daya internal yang cukup untuk investasi skala tertentu tanpa harus bergantung pada sumber dana eksternal yang lebih kompleks.
• Untuk Target Akuisisi Skala Besar: Apabila target akuisisi memiliki ukuran yang signifikan dan dinilai berisiko terhadap arus kas (cashflow), pendapatan (revenue), dan profitabilitas (profit existing) perusahaan saat ini, RATU memiliki dua opsi strategis untuk memitigasi risiko:
1. Menggandeng Mitra: Perusahaan dapat berkolaborasi dengan mitra strategis untuk membagi beban dan risiko investasi.
2. Menurunkan Persentase Kepemilikan: Opsi lainnya adalah dengan mengurangi persentase hak partisipasi yang akan diakuisisi, sehingga nilai investasi yang ditanggung perusahaan menjadi lebih proporsional.
Manajemen juga menyoroti posisi keuangan perusahaan yang masih memiliki fleksibilitas tinggi. Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) RATU saat ini berada di angka 39%. Angka ini memberikan ruang yang sangat besar bagi perusahaan untuk meningkatkan pendanaan melalui utang.
RATU mengungkapkan bahwa dengan batas maksimum DER yang dapat dinaikkan hingga 400% (4x), perusahaan masih memiliki potensi untuk meningkatkan pinjaman hingga 164 Juta (asumsi: nilai mata uang yang dimaksud adalah Juta USD atau yang setara), memberikan ruang yang substansial untuk menerbitkan pinjaman bank dan mendanai akuisisi skala besar.
Baca juga: Alasan RATU Punya Dua Orang Berlatar Belakang Akuntansi
RATU terus aktif mencari potensi aset untuk diakuisisi, baik melalui skema Person-to-Person (P2P) dengan pemilik aset maupun melalui skema tender. Bahkan, perusahaan telah memasuki tahap akhir untuk salah satu proses akuisisi melalui skema tender. Manajemen menargetkan, paling tidak hingga kuartal pertama tahun 2026 (Q1 2026), perusahaan dapat memperoleh aset baru. Namun, mereka mengakui bahwa kompleksitas industri migas seringkali menyebabkan jadwal mundur, dan mereka akan menginformasikan kepada publik dalam 1-2 minggu ke depan jika berhasil terpilih sebagai pemenang tender.
Secara keseluruhan, strategi pendanaan RATU mencerminkan pendekatan yang hati-hati dan berbasis risiko, di mana keputusan pendanaan disesuaikan dengan profil dan besaran risiko dari setiap target aset. Fleksibilitas keuangan yang tinggi menjadi modal utama bagi RATU untuk terus melanjutkan ekspansi anorganik guna mendiversifikasi sumber pendapatan dan menjamin kelangsungan pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....