Gojek Balik Arah, Kuartal I 2026 Cetak Laba 171 miliar!
- 29 Apr 2026 09:08 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada kuartal pertama 2026 menandai fase baru dalam perjalanan bisnisnya. Setelah bertahun-tahun berada dalam tekanan kerugian, perusahaan ekosistem digital terbesar di Indonesia ini akhirnya mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar.
Capaian ini berbanding terbalik dengan posisi rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan signifikan dalam struktur operasional dan disiplin biaya. Perubahan arah ini tidak terjadi secara instan.
Transformasi bisnis yang dilakukan GoTo selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata, terutama melalui kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya. Pendapatan bersih perusahaan tumbuh 26% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp5,3 triliun, seiring dengan lonjakan nilai transaksi bruto (GTV) yang meningkat 63% menjadi Rp236 triliun.
Selain itu, indikator profitabilitas operasional juga mengalami penguatan. EBITDA yang disesuaikan melonjak 131% menjadi Rp907 miliar.
Bahkan, arus kas bebas yang disesuaikan tercatat positif sebesar Rp1,3 triliun—sebuah indikator penting bahwa perusahaan mulai mampu menghasilkan kas dari operasionalnya secara berkelanjutan. Dari sisi pengguna, pertumbuhan tetap menjadi fondasi utama. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan (ATU) naik 22% menjadi 69 juta, yang setara dengan sekitar sepertiga populasi dewasa Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem GoTo semakin mengakar dalam aktivitas ekonomi digital masyarakat. Kontribusi signifikan terhadap kinerja juga datang dari segmen teknologi keuangan (fintech).
Pendapatan di segmen ini tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun, dengan EBITDA melonjak drastis hingga 674% menjadi Rp364 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan serta ekspansi layanan pembayaran dan pinjaman, di mana nilai buku pinjaman mencapai Rp9,9 triliun.
Sementara itu, segmen on-demand services tetap menjadi penopang stabil. Pendapatan naik 12% menjadi Rp3,4 triliun, dengan EBITDA meningkat 40% menjadi Rp439 miliar. Meski pertumbuhan GTV relatif moderat di angka 4%, strategi pengendalian insentif dan pergeseran ke produk bernilai lebih tinggi membantu menjaga profitabilitas.
Menariknya, emiten dengan kode perdagangan saham GOTO ini juga mulai mengadopsi teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna. Integrasi berbagai inisiatif AI ke dalam satu strategi terpadu diharapkan dapat menekan biaya layanan sekaligus meningkatkan konversi transaksi.
Di luar aspek finansial, perusahaan juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Peringkat ESG dari MSCI meningkat menjadi “AA”, mencerminkan kemajuan dalam pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Meski demikian, manajemen dalam siaran persnya menyatakan akan tetap berhati-hati dalam memproyeksikan kinerja ke depan. Target EBITDA setahun penuh dipertahankan di kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun, dengan mempertimbangkan ketidakpastian kondisi makroekonomi global dan persaingan industri yang semakin ketat.
Secara keseluruhan, kuartal pertama 2026 menjadi momen penting bagi GoTo. Tidak hanya sekadar mencetak laba, tetapi juga menunjukkan bahwa model bisnis yang lebih efisien dan terfokus mulai terbentuk. Tantangan masih ada, namun arah perbaikan kini terlihat lebih jelas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (NK)
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....