Alasan RATU Punya Dua Orang Berlatar Belakang Akuntansi
- 01 Des 2025 09:34 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Dalam sesi Paparan Publik (Public Expose) tahun 2025 PT Raharja Energi Cepu Tbk. ("RATU"), pertanyaan tajam dari investor ritel, Hendra, menyoroti komposisi manajemen Perseroan.
Ia mempertanyakan mengapa perusahaan yang beroperasi di sektor hulu migas ini membutuhkan dua orang dengan latar belakang Chief Financial Officer (CFO), yaitu Adrian Hartadi di jajaran Direksi dan Merly di Komisaris.
Jawaban dari manajemen RATU memberikan wawasan yang jarang terungkap mengenai strategi tata kelola dan fokus finansial yang menjadi pilar utama perusahaan, terutama dalam menjalankan fungsi mereka sebagai investment holding di blok-blok migas.
Secara umum, RATU diposisikan sebagai holding company yang bisnis intinya adalah melakukan penempatan (placement) pada berbagai blok minyak dan gas (migas).
Manajemen Perseroan menegaskan bahwa sebelum menjadi operator penuh, RATU beroperasi sebagai perusahaan financial investment.
Baca juga: Strategi TCPI Untuk Melakukan Diversifikasi Menghadapi Transisi Energi
Dalam menjalankan analisis dan pengambilan keputusan bisnis, meskipun aspek teknikal, legal, dan pajak dipertimbangkan, keputusan akhir Perseroan sangat didorong oleh kepentingan dan dampak finansial.
Dengan peran utama sebagai pemegang participating interest (PI) minoritas, Perseroan tidak memiliki kontrol operasional langsung di lapangan.
Oleh karena itu, kemampuan untuk menilai investasi secara akurat dan mengelola risiko keuangan menjadi krusial.
Faktanya, perhatian RATU terhadap latar belakang keuangan tidak hanya terbatas pada dua sosok yang disorot.
Direktur Utama (President Director), Sumantri Suwarno, menjelaskan bahwa di jajaran Komisaris, terdapat Merly dan Taufik yang sama-sama memiliki latar belakang akuntansi. Bahkan, Orias, salah satu Komisaris, juga dikenal sebagai mantan CFO di beberapa perusahaan besar.
Sementara itu, Adrian Hartadi secara khusus adalah CFO murni di jajaran Direksi.
Keberadaan tim yang kuat dengan latar belakang akuntansi dan keuangan di tingkat Direksi dan Komisaris ini menunjukkan kesadaran perusahaan untuk menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan risiko keuangan.
Dalam industri hulu migas yang membutuhkan modal besar dan menghadapi volatilitas harga komoditas global, mitigasi risiko finansial merupakan prioritas utama.
Baca juga: Griya Idola IPO? Ini Jawaban Manajemen BRPT
Sumantri bahkan menganalogikan RATU saat ini hampir seperti investment banking atau perusahaan sekuritas, tetapi dengan spesialisasi khusus di sektor hulu migas. Ini adalah posisi yang memungkinkan Perseroan menjadi salah satu pemain paling aktif dalam kegiatan akuisisi di Indonesia.
Meskipun fokusnya kuat pada keuangan, Direksi RATU juga dilengkapi dengan latar belakang teknikal.
Sumantri mencontohkan Adrian Hartadi yang berlatar belakang petroleum engineering dari Schlumberger, dan Bu Alexandra Sinta Wahjudewanti yang memiliki latar belakang teknikal yang kuat.
Adrian Hartadi menambahkan, karena bisnis di sektor upstream oil and gas bersifat sangat teknikal, penting untuk menciptakan integrasi yang kuat antara bagian finansial dan subsurface.
Integrasi ini memungkinkan Perseroan untuk menilai setiap pengembangan bisnis atau proposal akuisisi secara akurat dan komprehensif.
Dengan memadukan keahlian finansial yang mendalam dari jajaran Direksi dan Komisaris, serta kompetensi teknikal yang memadai, RATU memastikan bahwa setiap langkah ekspansi dan akuisisi, baik secara organik maupun inorganik, telah melalui analisis risiko yang ketat dan divalidasi dari berbagai perspektif.
Hal ini sesuai dengan komitmen Perseroan sejak IPO pada Januari 2025 untuk terus aktif melakukan due diligence dan mencari aset baru demi mempertahankan pertumbuhan.
Disclaimer: bukan ajakan jual/beli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....