Saham Seharga Rp1.205 Ini Bagi Dividen Rp8000 per Lot, Catat Jadwalnya!

  • 29 Mei 2026 11:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Investor saham kembali mendapat kabar menarik dari emiten produsen ban nasional, PT Gajah Tunggal Tbk. Perseroan dengan kode saham GJTL tersebut resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp80 per saham.

Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp1.205 per lembar, pembagian dividen ini cukup menarik perhatian pelaku pasar karena setara Rp8000 untuk setiap lot saham. Keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Mei 2026.

Dalam keterbukaan informasi perusahaan disebutkan bahwa total dividen yang dibagikan mencapai Rp278,78 miliar untuk 3,48 miliar saham yang telah diterbitkan perseroan. Jika dihitung menggunakan harga saham di level Rp1.205 per lembar, maka dividend yield GJTL berada di kisaran 6 persen lebih.

Angka tersebut tergolong menarik, terutama bagi investor yang memburu pendapatan pasif dari dividen di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Bagi investor ritel, nominal pembagian dividen ini juga cukup mudah dipahami.

Satu lot saham terdiri dari 100 lembar saham. Artinya, pemegang satu lot saham GJTL akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp8.000 sebelum pajak. Dengan modal sekitar Rp120 ribuan untuk membeli satu lot saham, investor berpotensi memperoleh pembagian dividen yang cukup kompetitif dibanding sejumlah instrumen investasi lainnya.

Perseroan juga telah menetapkan jadwal pembagian dividen yang perlu diperhatikan investor. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 5 Juni 2026.

Adapun recording date atau tanggal penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 8 Juni 2026. Pembayaran dividen tunai sendiri akan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Dengan jadwal tersebut, investor yang ingin mendapatkan dividen perlu memastikan telah membeli saham GJTL paling lambat sebelum tanggal ex dividen. Jika membeli setelah tanggal tersebut, maka investor tidak lagi tercatat sebagai penerima dividen tahun buku 2025.

Dalam keterbukaan informasi itu, perusahaan juga menjelaskan bahwa pembayaran dividen bagi pemegang saham yang tercatat dalam penitipan kolektif KSEI akan disalurkan melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) di perusahaan sekuritas atau bank kustodian masing-masing investor. Sementara itu, bagi pemegang saham yang tidak berada dalam penitipan kolektif KSEI, dividen dapat diambil langsung di kantor perseroan atau ditransfer ke rekening bank dengan syarat tertentu.

Perseroan juga mengingatkan bahwa pembagian dividen akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Pembagian dividen ini menjadi salah satu sinyal positif bahwa perusahaan masih mampu menjaga kinerja dan arus kas di tengah tantangan industri otomotif dan manufaktur.

Selain itu, konsistensi emiten dalam membagikan dividen biasanya menjadi pertimbangan penting bagi investor jangka panjang yang mengincar stabilitas pendapatan dari pasar saham. Tidak heran jika saham-saham dengan dividend yield menarik kerap menjadi incaran menjelang cum dividen.

Investor umumnya memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh potensi capital gain sekaligus pendapatan dividen tunai. Dengan harga saham yang masih berada di kisaran seribuan rupiah per lembar dan pembagian dividen yang cukup kompetitif, GJTL menjadi salah satu saham yang menarik untuk dicermati investor pada musim dividen tahun ini.

Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....