Gen Z Pilih Cut Off saat Merasa Tak Nyaman, Ini Penjelasan Psikolog
- 30 Sep 2026 12:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Istilah cut off semakin sering digunakan Generasi Z ketika memilih menjauh atau menghentikan komunikasi dengan seseorang yang dianggap memberikan ketidaknyamanan. Pilihan tersebut dapat terjadi dalam pertemanan, hubungan sosial, maupun lingkungan lainnya.
Bagi sebagian Gen Z, keputusan untuk menjaga jarak menjadi cara untuk menetapkan batasan ketika sebuah relasi dinilai sudah tidak memberikan rasa aman atau justru terus menimbulkan tekanan emosional.
Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa keinginan untuk menjauh dari seseorang dapat menjadi respons ketika individu merasa batasan pribadinya tidak dihargai. Namun, keputusan untuk cut off tetap perlu dipertimbangkan secara matang.
“Menjaga batasan diri merupakan hal yang sehat. Tetapi sebelum memutus hubungan, seseorang perlu memahami terlebih dahulu apa yang membuat dirinya tidak nyaman dan apakah masalah tersebut masih bisa dikomunikasikan,” jelasnya pada Rabu 30 September 2026.
Menurutnya, tidak semua konflik atau ketidaknyamanan harus berakhir dengan cut off. Dalam beberapa situasi, komunikasi terbuka dan pemberian batasan yang jelas dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan.
Seseorang dapat menyampaikan perilaku apa yang membuatnya tidak nyaman, menjelaskan batasan yang dibutuhkan, serta melihat bagaimana pihak lain merespons. Respons tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.
Di sisi lain, ada kondisi ketika menjaga jarak memang diperlukan. Misalnya ketika seseorang terus-menerus mengabaikan batasan yang sudah disampaikan atau interaksi tersebut secara konsisten memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan diri.
Psikolog juga mengingatkan Gen Z untuk tidak menjadikan cut off sebagai respons otomatis setiap kali menghadapi perbedaan pendapat. Konflik dalam sebuah hubungan merupakan hal yang dapat terjadi dan tidak selalu berarti hubungan tersebut harus berakhir.
“Boundaries bukan berarti kita harus memutus semua hubungan yang membuat kita tidak nyaman. Batasan adalah cara untuk menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa kita terima dalam sebuah hubungan,” tambahnya.
Selain itu, keputusan untuk cut off sebaiknya tidak dilakukan semata-mata karena emosi sesaat. Memberikan waktu untuk menenangkan diri dapat membantu seseorang melihat situasi dengan lebih objektif dan memahami konsekuensi dari keputusan yang akan diambil.
Gen Z juga perlu memahami bahwa menjaga jarak tidak selalu harus dilakukan secara drastis. Dalam situasi tertentu, mengurangi intensitas komunikasi, membatasi interaksi, atau memberikan ruang kepada masing-masing pihak dapat menjadi alternatif.
Namun, jika sebuah relasi sudah melibatkan perilaku yang mengancam keselamatan atau keamanan pribadi, mencari dukungan dari orang yang dipercaya dan mengambil langkah perlindungan menjadi hal yang penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....