Psikolog Ungkap Cara Gen Z Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Menonjol

  • 22 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Lingkungan kerja mempertemukan orang dengan karakter, kemampuan, dan gaya kerja yang berbeda. Dalam satu tim, tidak jarang ada rekan yang lebih aktif menyampaikan ide, lebih cepat mengambil inisiatif, atau lebih mudah mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar.

Situasi tersebut terkadang membuat seseorang merasa kurang percaya diri, terutama ketika mulai membandingkan kemampuan dan pencapaiannya dengan rekan kerja yang dianggap lebih menonjol.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa munculnya rasa minder dalam situasi tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut perlu dikelola agar tidak membuat seseorang menarik diri atau mengurangi kepercayaan terhadap kemampuan dirinya.

“Ketika ada rekan kerja yang lebih menonjol, kita tidak perlu melihatnya sebagai ancaman. Kita bisa melihat apa yang membuat dia menonjol dan kemudian menjadikannya sebagai bahan untuk belajar,” jelasnya pada Senin (22/9/2026).

Menurutnya, setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda. Seseorang mungkin lebih unggul dalam komunikasi dan keberanian menyampaikan ide, sementara orang lain memiliki kemampuan dalam ketelitian, kreativitas, problem solving, maupun kemampuan bekerja secara konsisten.

Karena itu, Gen Z perlu mengenali kompetensi yang dimiliki tanpa harus memaksakan diri menjadi seperti rekan kerja. Menjadi pribadi yang lebih percaya diri bukan berarti harus menjadi orang yang paling banyak bicara atau paling terlihat dalam sebuah tim.

Psikolog juga menyarankan agar seseorang mengubah kebiasaan membandingkan diri menjadi evaluasi yang lebih sehat. Alih-alih bertanya mengapa orang lain lebih cepat berkembang, seseorang dapat bertanya kepada dirinya mengenai kemampuan apa yang ingin ditingkatkan.

“Perbandingan bisa menjadi sesuatu yang positif ketika digunakan untuk belajar. Tetapi ketika perbandingan membuat kita merasa tidak berharga, fokusnya perlu dikembalikan kepada perkembangan diri sendiri,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan, komunikasi dengan rekan kerja juga penting. Tidak ada salahnya mengamati cara mereka bekerja, bertanya mengenai pengalaman, atau meminta masukan ketika menghadapi pekerjaan tertentu.

Di sisi lain, Gen Z juga perlu memahami bahwa perkembangan karier tidak selalu terlihat dalam bentuk pencapaian yang besar. Kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik, berani mengambil tanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim juga merupakan bagian dari perkembangan profesional.

Menurut psikolog, lingkungan kerja seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk membuktikan siapa yang paling menonjol. Lingkungan kerja juga dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan berkembang melalui kolaborasi.

Dengan demikian, keberadaan rekan kerja yang lebih menonjol tidak harus menjadi alasan untuk merasa tertinggal. Gen Z dapat menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengenali kekuatan diri, meningkatkan kemampuan, dan menemukan cara kerja yang paling sesuai dengan dirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....