Psikolog Soroti Fenomena Gen Z Cepat Bosan dalam Dunia Kerja

  • 30 Sep 2026 11:47 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Generasi Z yang mulai mendominasi dunia kerja kerap dikaitkan dengan kecenderungan cepat merasa bosan ketika menghadapi pekerjaan yang monoton. Rutinitas yang berulang, minimnya tantangan, hingga terbatasnya kesempatan untuk berkembang menjadi sejumlah hal yang dapat memengaruhi ketertarikan seseorang terhadap pekerjaannya.

Fenomena tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa Gen Z memiliki daya tahan kerja yang lebih rendah. Rasa bosan dapat muncul pada siapa saja dan dipengaruhi oleh kondisi pekerjaan, lingkungan, maupun kebutuhan psikologis masing-masing individu.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa Gen Z tumbuh dalam lingkungan yang memberikan akses cepat terhadap informasi, variasi aktivitas, dan berbagai pilihan. Kondisi tersebut dapat membentuk ekspektasi tertentu ketika mereka memasuki dunia kerja.

“Ketika seseorang terbiasa dengan lingkungan yang dinamis, pekerjaan yang sangat monoton bisa terasa lebih cepat membosankan. Tetapi ini bukan semata-mata persoalan generasi, karena karakter dan kebutuhan setiap individu tetap berbeda,” jelasnya pada Selasa 29 September 2026.

Menurutnya, rasa bosan perlu dilihat secara lebih spesifik. Seseorang perlu mengetahui apakah kejenuhan muncul karena pekerjaan yang repetitif, kurangnya tantangan, hubungan dengan lingkungan kerja, beban pekerjaan, atau karena ekspektasi terhadap pekerjaan tidak sesuai dengan realitas.

Selain itu, perkembangan karier juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Ketika seseorang merasa tidak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru atau tidak melihat adanya perkembangan, pekerjaan dapat terasa kurang memberikan motivasi.

Psikolog menyarankan agar Gen Z tidak langsung mengambil keputusan besar ketika mengalami kejenuhan. Evaluasi terhadap kondisi pekerjaan dan kebutuhan diri perlu dilakukan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Rasa bosan bisa menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi. Kita bisa bertanya, apa yang kurang dari pekerjaan ini dan apa yang sebenarnya ingin kita kembangkan,” tambahnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencari ruang untuk berkembang di dalam pekerjaan. Karyawan dapat mencoba mempelajari keterampilan baru, mengambil tanggung jawab yang sesuai, terlibat dalam proyek berbeda, atau berdiskusi dengan atasan mengenai peluang pengembangan.

Di sisi lain, perusahaan juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keterlibatan karyawan. Kesempatan belajar, variasi tugas, komunikasi terbuka, serta apresiasi terhadap kontribusi dapat membantu karyawan merasa memiliki ruang untuk berkembang.

Gen Z juga perlu memahami bahwa tidak semua bagian dari pekerjaan akan selalu menarik. Rutinitas merupakan bagian dari dunia profesional dan kemampuan menjalani tanggung jawab secara konsisten tetap menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....