Gen Z Cepat Bosan di Tempat Kerja, Psikolog Jelaskan Penyebabnya

  • 30 Sep 2026 11:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Generasi Z yang mulai memasuki dunia kerja sering dikaitkan dengan kecenderungan cepat merasa bosan terhadap pekerjaan yang dianggap monoton. Rutinitas yang sama setiap hari, minimnya tantangan, hingga lingkungan kerja yang tidak sesuai ekspektasi dapat membuat seseorang kehilangan ketertarikan terhadap pekerjaannya.

Rasa bosan di tempat kerja sebenarnya dapat dialami siapa saja. Namun, pada Gen Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang cepat, kebutuhan terhadap variasi, kesempatan belajar, serta ruang untuk berkembang menjadi salah satu hal yang kerap diperhatikan ketika menjalani pekerjaan.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa rasa bosan dalam pekerjaan tidak selalu berarti seseorang malas atau tidak memiliki komitmen. Perasaan tersebut dapat muncul karena adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan individu dengan kondisi pekerjaan yang dijalani.

Menurutnya, seseorang perlu terlebih dahulu memahami sumber kebosanan sebelum mengambil keputusan besar seperti meninggalkan pekerjaan.

“Bosan itu perlu dilihat sumbernya. Apakah karena pekerjaannya terlalu monoton, kurang tantangan, lingkungan kerjanya tidak sesuai, atau memang ada kebutuhan perkembangan yang belum terpenuhi,” jelasnya pada Selasa 29 September 2026.

Rutinitas yang terus berulang tanpa adanya variasi dapat membuat seseorang merasa tidak mendapatkan pengalaman baru. Kondisi tersebut semakin terasa ketika pekerjaan tidak memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan atau mengambil tanggung jawab baru.

Selain faktor pekerjaan, ekspektasi terhadap dunia kerja juga dapat memengaruhi munculnya rasa bosan. Media sosial membuat seseorang lebih mudah melihat berbagai jenis pekerjaan, gaya kerja, maupun pencapaian orang lain sehingga pekerjaan yang sedang dijalani dapat terlihat kurang menarik dibandingkan kehidupan profesional yang ditampilkan di ruang digital.

Psikolog menyarankan Gen Z untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa rasa bosan berarti salah memilih pekerjaan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan, kemampuan, serta hal-hal yang sebenarnya ingin dikembangkan.

“Coba tanyakan kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya kita butuhkan dari pekerjaan ini. Kalau masalahnya adalah kurang tantangan, mungkin yang dibutuhkan bukan langsung keluar, tetapi mencari ruang untuk belajar atau mengambil tanggung jawab baru,” tambahnya.

Komunikasi dengan atasan juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan. Seseorang dapat menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan tugas baru, terlibat dalam proyek tertentu, atau mengembangkan kemampuan yang relevan dengan pekerjaannya.

Di sisi lain, perusahaan juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang. Kesempatan belajar, variasi pekerjaan, komunikasi yang terbuka, serta apresiasi terhadap kontribusi dapat membantu menjaga keterlibatan karyawan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....