Bedah Buku dan Film, Cara Gen Z Berdamai dengan Literasi
- 19 Agt 2026 16:09 WIB
- Madiun
Poin Utama
- Siswa SMA Negeri 1 Kota Madiun yang menjadi Duta Literasi 2025 dan 2026 mengembangkan Komunitas Bedah Karya sebagai inisiatif untuk meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda.
- Komunitas Bedah Karya menyediakan ruang diskusi interaktif di mana siswa membaca buku atau menonton film, kemudian berdiskusi mendalam tentang jalan cerita, karakter, konflik, dan pesan moral dari karya tersebut.
- Melalui program ini, siswa belajar mengungkapkan pendapat dengan percaya diri sambil menghargai perspektif berbeda dari anggota komunitas lainnya, menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan inklusif.
RRI.CO.ID, Madiun — Kalau membaca satu halaman saja sudah membuat mata terasa berat, mungkin masalahnya bukan pada bukunya. Bisa jadi, belum menemukan buku yang tepat. Kalimat sederhana itu menjadi salah satu cara Siswa- Siswa SMA Negeri 1 Kota Madiun yang juga sebagai Duta Literasi 2025 dan 2026, melihat persoalan minat baca di kalangan generasi muda saat ini.
Komunitas Bedah Karya menjadi salah satu ruang yang dikembangkan para Duta Literasi. Di dalamnya, siswa diajak membaca buku atau menikmati sebuah film, kemudian berdiskusi bersama. Salah satu karya yang pernah dibedah adalah Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Para peserta tidak hanya membicarakan jalan cerita, tetapi juga karakter, konflik, dan persoalan yang muncul dalam karya tersebut. Setiap orang bisa memiliki sudut pandang berbeda meskipun membaca buku yang sama. Justru perbedaan itulah yang membuat diskusi semakin menarik, karena siswa belajar menyampaikan pendapat sekaligus menghargai cara pandang orang lain.
Bagi Pelangi Tunjung Kusuma atau Ninok Duta Literasi SMAN 1 Madiun 2026, aktivitas membaca dapat menjadi ruang untuk membuka dunia dan mengembangkan kreativitas. Ia tidak ingin siswa merasa harus membaca banyak buku sekaligus. Menurutnya, menemukan bacaan yang cocok justru menjadi bagian paling menarik dari perjalanan literasi.
“Kalau dari aku sendiri sih sebenarnya teman-teman harus mengerti dulu apa arti literasi yang sebenarnya. Karena jujur teman-teman tuh kalau baca buku tuh sama dengan bisa istirahat loh. Karena istirahat yang kita maksud itu adalah dengan membuka dunia kita khusus pada buku aja. Terus gimana kita sama kreativitas atau ide-ide kita sendiri tuh udah di luar kendali.” ujarnya.
Pandangan tersebut juga diperkuat oleh pengalaman para Duta Literasi SMAN 1 Madiun ketika membedah buku bersama. Mereka membaca, kemudian bertukar pikiran mengenai karakter dan konflik dalam cerita. Satu siswa bisa memiliki penilaian berbeda dengan siswa lainnya. Menurut mereka, pengalaman tersebut membuat kegiatan membaca jauh lebih hidup. Buku yang sama dapat menghadirkan banyak pemikiran karena setiap pembaca membawa pengalaman dan sudut pandangnya masing-masing. Dari proses itu, siswa belajar bahwa literasi bukan hanya tentang mengetahui isi buku, tetapi juga tentang kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali apa yang telah dibaca.
Duta Literasi juga mencoba menghubungkan aktivitas membaca dengan bakat dan minat siswa. Alifan Dwi Satria, misalnya, aktif dalam teater. Ia menilai seorang pemain teater tidak mungkin tampil dengan baik tanpa terlebih dahulu membaca dan memahami naskah. Membaca menjadi langkah awal untuk menghidupkan karakter dan cerita di atas panggung. Begitu pula ketika menjadi MC, seseorang membutuhkan kemampuan memahami materi dan menyampaikannya kepada audiens.
“Kita pastinya kan membaca naskahnya terlebih dahulu, membaca alur ceritanya, kemudian kita menghayati. Secara tidak langsung kita kan juga berliterasi.” Jelasnya.
Para duta juga tidak menutup mata bahwa mengajak teman membaca bukan pekerjaan yang selalu mudah. Mereka memahami bahwa setiap siswa memiliki minat yang berbeda. Ada yang senang novel, ada yang memilih komik, ada yang menyukai buku sastra, politik, sejarah, atau bacaan lainnya. Karena itu, mereka tidak ingin memaksa semua siswa membaca jenis buku yang sama. Justru, siswa didorong mencari bacaan yang sesuai dengan dirinya. Mereka meyakini, ketika seseorang sudah menemukan buku yang cocok, membaca tidak lagi menjadi beban. Satu buku yang selesai dibaca bahkan dapat menjadi pintu menuju buku-buku berikutnya.
Pesan tersebut juga muncul dari Arvian Marveno ketika berbicara tentang anggapan bahwa buku membosankan. Ia menilai tidak semua buku memiliki cerita yang sama dan pembaca perlu memberi kesempatan kepada sebuah buku untuk menyampaikan ceritanya secara utuh.
“Ya mesti saya bilang ya enggak semua buku itu membosankan. Itu buku kamu suka apa enggak. Jadi harus dibaca sampai benar-benar dipahami, terus sambil dibayangin itu ceritanya tuh gimana, kalau dibuat di kayak dunia nyata gitu loh, kayak gini itu bisa bikin baca tuh lebih seru gitu.” jelasnya.
Selain Bedah Karya, program literasi juga dikembangkan melalui workshop. Kegiatan tersebut mengangkat bakat dan minat sebagai bagian dari literasi. Pendekatan ini dianggap penting karena kemampuan seseorang tidak selalu muncul dari aktivitas membaca buku secara konvensional. Ada yang belajar melalui seni, komunikasi, diskusi, film, maupun kegiatan kreatif lainnya. Para duta ingin literasi menjadi budaya yang menyenangkan dan fleksibel. Mereka berharap ke depan komunitas Bedah Karya dapat semakin banyak melibatkan siswa, sehingga semakin banyak pula anak muda yang menemukan kesenangan dalam membaca dan berdiskusi.
Duta Literasi SMA Negeri 1 Kota Madiun tidak sedang memaksa generasi muda untuk meninggalkan dunia digital. Mereka justru ingin menunjukkan bahwa buku dan teknologi dapat berjalan berdampingan. Media digital bisa menjadi pintu untuk menemukan informasi, sementara buku dapat membantu seseorang menggali pengetahuan lebih dalam. Film dapat menjadi bahan diskusi, sedangkan membaca membantu memahami konteks.
Mereka nerpesan jangan buru-buru mengatakan literasi itu membosankan. Cari cara yang sesuai, cari bacaan yang cocok, lalu nikmati prosesnya. Sebab, bisa jadi buku yang hari ini dianggap biasa justru menyimpan cerita yang mampu mengubah cara kita melihat dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....