Ingin Turunkan Berat Badan? Coba 5 Jus Sayuran Ini
- 19 Agt 2026 13:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.Id, Madiun - Banyak orang masih ragu mengonsumsi jus sayuran saat perut kosong karena khawatir menyebabkan rasa perih di lambung atau justru membuat cepat lapar.
Padahal, jus sayuran tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan minuman yang rendah kalori dan kaya nutrisi. Namun, perlu diperhatikan bahwa proses pembuatan jus dapat mengurangi sebagian serat, terutama jika ampasnya dibuang. Karena itu, mengonsumsi sayuran yang diblender bersama ampasnya dapat menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan.
Kandungan air dan serat pada sayuran dapat membantu memberikan rasa kenyang, sehingga berpotensi membantu mengendalikan nafsu makan. Meski demikian, jus sayuran bukanlah minuman yang secara langsung membakar lemak. Penurunan berat badan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, serta terciptanya defisit kalori yang konsisten.
Menurut Pendapat Ahli Rina Oktaviani, M.Gizi, RD Ahli Gizi Klinis, Perhimpunan Ahli Gizi Indonesia (PAGI) “Jus sayuran murni tanpa gula atau susu tambahan justru lebih baik diminum saat perut kosong. Serat dan airnya akan melapisi lambung dan memberi sinyal kenyang ke otak lebih cepat, sehingga saat tiba waktu makan, porsi yang masuk menjadi lebih terkontrol. Tidak perlu takut perih selama Anda tidak memiliki riwayat sakit maag yang parah.”
5 jus sayuran yang dapat mendukung penurunan berat badan
1. Jus Seledri
Seledri memiliki kandungan air yang tinggi dan kalori yang relatif rendah. Jika diolah bersama bagian yang dapat dimakan, minuman ini dapat membantu menambah asupan cairan sekaligus memberikan sedikit serat. Rasanya yang ringan membuat seledri cocok dipadukan dengan sayuran lain sebagai minuman pada pagi hari.
2. Jus Mentimun
Mentimun merupakan salah satu sayuran dengan kandungan air yang tinggi sehingga terasa menyegarkan. Kalorinya juga relatif rendah, sehingga dapat menjadi pilihan bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori. Agar lebih mengenyangkan, mentimun sebaiknya diblender tanpa menyaring ampasnya.
3. Jus Bayam
Bayam kaya akan berbagai vitamin, mineral, serta senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa penelitian mengenai senyawa thylakoid pada sayuran berdaun hijau menunjukkan potensi dalam membantu mengendalikan nafsu makan. Meski begitu, efek tersebut tidak berarti bahwa jus bayam secara langsung menyebabkan pembakaran lemak.
4. Jus Wortel
Wortel mengandung beta-karoten, serat, dan berbagai zat gizi penting. Rasa manis alaminya dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi minuman dengan tambahan gula. Untuk mendapatkan manfaat serat yang lebih optimal, wortel dapat diblender tanpa membuang ampasnya.
5. Jus Labu Air
Labu air memiliki kandungan air yang tinggi dan kalori yang relatif rendah. Jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, olahan labu air dapat membantu menambah volume makanan atau minuman tanpa memberikan banyak kalori. Namun, klaim bahwa labu air dapat mendetoksifikasi atau membuang racun secara khusus sebaiknya tidak dijadikan alasan utama untuk mengonsumsinya karena tubuh sudah memiliki organ, seperti hati dan ginjal, yang berperan dalam proses tersebut.
Bagi sebagian orang, mengonsumsi jus sayuran saat perut kosong tidak menjadi masalah. Namun, toleransi setiap orang terhadap makanan dan minuman berbeda. Orang yang memiliki lambung sensitif dapat mengalami rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi jenis sayuran atau minuman tertentu, terutama jika jumlahnya terlalu banyak.
Selain itu, jus sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti makanan utama. Jika ingin menggunakannya untuk membantu menurunkan berat badan, pilih sayuran tanpa tambahan gula, sirup, atau susu tinggi kalori. Lebih baik lagi jika jus dibuat dengan blender dan ampasnya tetap dikonsumsi agar kandungan seratnya tidak banyak hilang.
Jus sayuran dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak ada satu jenis jus yang secara ajaib mampu membakar lemak. Manfaatnya lebih berkaitan dengan kandungan air, serat, dan nutrisinya yang dapat membantu mengontrol asupan kalori serta rasa kenyang.
Dengan mengonsumsi jus sayuran secara tepat, mempertahankan pola makan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan menjaga defisit kalori yang realistis, proses penurunan berat badan dapat dilakukan secara lebih sehat dan berkelanjutan. UU
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....