Dari Kamar Kos, Mahasiswi Asal Palembang Sukses Bangun Bisnis Nail Art di Madiun
- 19 Mei 2026 15:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Semangat anak muda dalam membangun usaha kreatif ditunjukkan Natasya Irma Suryani, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Tata Rias Kampus UNESA 5 Magetan ini berhasil mengembangkan bisnis nail art hingga mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan hanya dari sebuah kamar kos sederhana.
Perempuan asal Palembang tersebut merantau ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur undangan. Di tengah kesibukan kuliah dan hidup jauh dari keluarga, Natasya justru melihat peluang baru di dunia kecantikan, khususnya nail art.
Usaha tersebut mulai ia rintis saat duduk di semester dua. Berawal dari rasa suka terhadap seni dan kecantikan, Natasya memberanikan diri belajar nail art meski kala itu belum memiliki alat lengkap maupun pengalaman profesional.
“Awalnya benar-benar dari nol. Jadi semuanya belajar sendiri pelan-pelan. Dari coba di kuku sendiri sampai belajar desain lewat latihan dari permintaan klien,” ujarnya saat menjadi narasumber Muda Kreatif Pro 2 RRI Madiun.
Pelanggan pertamanya datang dari teman satu kelas yang mencoba hasil nail art buatannya di kamar kos. Meski hasil awal belum sempurna, dukungan dari teman-temannya membuat Natasya semakin percaya diri untuk terus berkembang.
Dari hasil usaha kecil-kecilan itu, ia mulai menyisihkan penghasilan untuk membeli alat baru, menambah koleksi cat kuku, hingga melengkapi perlengkapan manicure dan kuku extension.
Modal yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Untuk satu set cat kuku berkualitas saja, biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.
“Kalau alat dan bahan memang mahal. Cat kukunya saja bisa 2 juta rupiah, lalu alatnya sekitar 3 juta. Tapi aku pelan-pelan nabung dari uang jajan dan hasil nail art,” katanya.
Tak hanya modal besar, tantangan lain datang dari pembagian waktu antara kuliah, tugas kampus, dan jadwal pelanggan. Natasya bahkan harus menjaga fokus dan mood saat melayani klien karena detail kecil sangat menentukan hasil akhir nail art.
“Kalau capek habis kuliah kadang berat juga, tapi enggak enak kalau sering nolak pelanggan," katanya.
Meski begitu, perjuangannya kini mulai membuahkan hasil. Dari usaha yang dirintis hampir dua tahun lalu, Natasya sudah mampu memenuhi kebutuhan praktik kuliahnya sendiri tanpa lagi membebani orang tua.
“Alhamdulillah sekarang biaya praktik dan alat kecantikan sudah dari hasil sendiri, tidak lagi membebani orang tua” ungkapnya.
Kesuksesan bisnisnya juga didukung kekuatan media sosial. Lewat Instagram dan TikTok, hasil karya nail art miliknya mulai dikenal luas dan mendatangkan pelanggan baru dari berbagai daerah di seputaran Madiun dan Magetan.
Saat musim ramai seperti Ramadan, wisuda, dan Lebaran, jumlah pelanggan bahkan meningkat drastis. Dalam sehari ia bisa melayani hingga 15 pelanggan dengan waktu pengerjaan mulai satu hingga empat jam tergantung tingkat kerumitan desain.
“Kalau menjelang Lebaran itu bisa ramai banget. Pernah sampai sekitar 50 pelanggan dalam tiga minggu,” ungkapnya.
Ke depan, Natasya bercita-cita membuka studio kecantikan sendiri dan memperluas usahanya hingga ke kampung halamannya di Palembang. Ia juga ingin memperdalam teknik nail art lukis yang lebih artistik dan detaill.
Kisah Natasya menjadi gambaran bahwa generasi muda saat ini tidak hanya mampu mengejar pendidikan, tetapi juga berani membangun peluang usaha kreatif. Dari sebuah kamar kos sederhana, ia berhasil membangun bisnis kreatif yang kini menghasilkan omzet jutaan rupiah sekaligus menginspirasi banyak anak muda untuk berani memulai usaha sedari dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....