Prioritaskan Salat Wajib: Ibadah Sunnah Jangan Sampai Mengorbankan Kewajiban
- 07 Jul 2026 08:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Menjaga keseimbangan antara aktivitas sehari-hari dengan pelaksanaan ibadah menjadi tantangan yang dihadapi sebagian umat Islam. Kondisi kelelahan setelah beraktivitas sering kali membuat seseorang kesulitan menjalankan ibadah malam secara optimal, bahkan berdampak pada keterlambatan menunaikan salat Subuh.
Persoalan tersebut disampaikan oleh pendengar Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun, Tika. Ia mengaku sering melakukan berbagai aktivitas pada siang hari.
Akibat kelelahan, ia mengantuk saat memasuki waktu Maghrib dan Isya. Meski berusaha bangun untuk melaksanakan salat Tahajud, konsentrasinya tidak maksimal dan terkadang justru membuat salat Subuh terlambat hingga sekitar pukul 05.30 WIB.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat skala prioritas dalam beribadah. Menurutnya, kewajiban utama seorang muslim adalah menjaga pelaksanaan salat lima waktu tepat pada waktunya.
"Yang harus ditempatkan pada posisi pertama adalah ibadah yang wajib, yaitu salat lima waktu. Salat wajib merupakan perintah Allah SWT yang tidak boleh ditinggalkan dengan sengaja. Meninggalkan salat wajib tanpa alasan yang dibenarkan syariat termasuk perbuatan dosa besar," ujar Ustaz Amir Abdullah, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa ibadah sunnah, seperti salat Tahajud, memiliki kedudukan yang sangat mulia dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Namun, pelaksanaan ibadah sunnah tidak boleh sampai menyebabkan seseorang mengabaikan kewajiban yang telah ditetapkan.
"Salat Tahajud adalah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Namun, sunnah merupakan bentuk tambahan pahala atau bonus dari Allah SWT. Seseorang boleh mengerjakannya dan akan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak mampu melaksanakannya, tidak berdosa. Yang tidak boleh adalah ketika mengejar ibadah sunnah justru membuat salat wajib menjadi terbengkalai," jelasnya.
Menurut Ustaz Amir, apabila kondisi fisik sedang lelah akibat pekerjaan atau aktivitas harian, seseorang dapat menyesuaikan waktu istirahat agar tetap mampu menunaikan salat wajib dengan baik. Ia menyarankan agar umat Islam tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah jika berpotensi mengganggu kesehatan maupun menyebabkan terlewatnya salat fardu.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas ibadah tidak hanya diukur dari banyaknya amalan sunnah yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan menjaga konsistensi dalam menjalankan kewajiban.
"Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Jika tubuh membutuhkan istirahat agar esok hari bisa melaksanakan salat Subuh tepat waktu dan menjalankan aktivitas dengan baik, maka mengatur waktu tidur juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah yang diberikan Allah," katanya.
Lebih lanjut, Ustaz Amir menganjurkan agar masyarakat membangun pola hidup yang seimbang, seperti mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting pada malam hari, tidur lebih awal, serta memasang pengingat untuk bangun menjelang Subuh apabila ingin melaksanakan Tahajud. Ustaz Amir berharap masyarakat semakin memahami bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah.
"Amalan sunnah tetap dianjurkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi kewajiban, khususnya salat lima waktu, harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan setiap muslim," tuturnya,
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....