Gemar Salat Tahajud Jadi Amalan Pembuka Pintu Surga
- 09 Jun 2026 19:21 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Salat tahajud atau salat malam menjadi salah satu amalan istimewa yang dapat mengantarkan seorang muslim meraih kemuliaan di sisi Allah SWT. Selain menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, tahajud juga diyakini mampu mengangkat derajat seseorang ke tempat yang terpuji.
Ustadzah Dra. Muftiati Sholikah, M.Pd. menjelaskan bahwa tahajud merupakan amalan ketiga yang dapat menjadi pembuka pintu surga setelah berbagai amal kebaikan lainnya. Menurutnya, tahajud adalah bagian dari salat malam yang dilakukan setelah seseorang bangun dari tidurnya.
"Salat tahajud itu bagian dari salat malam karena tahajud artinya bangun dari tidur. Karena dilakukan pada malam hari, maka termasuk dalam salat lail atau salat malam," ujarnya dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun
Ia menuturkan, tidak semua orang mampu melaksanakan tahajud secara rutin karena membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan waktu istirahat. Namun, keutamaan yang dijanjikan Allah SWT bagi mereka yang melaksanakannya sangat besar.
Muftiati mengutip firman Allah SWT yang menganjurkan umat Islam untuk bertahajud pada sebagian malam sebagai ibadah tambahan. Melalui amalan tersebut, Allah menjanjikan akan mengangkat hamba-Nya ke tempat yang terpuji.
"Dalam ayat disebutkan, 'Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji'. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan salat tahajud," jelasnya.
Menurutnya, kunci untuk membiasakan tahajud adalah membangun komitmen dan saling mengingatkan dalam keluarga. Suami dan istri dapat bekerja sama untuk membangunkan satu sama lain agar tidak melewatkan waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.
"Kalau ingin rutin tahajud, kita bisa memasang alarm. Suami istri saling mengingatkan, siapa yang bangun lebih dulu membangunkan yang lain," katanya.
Ia menambahkan, waktu paling utama untuk melaksanakan tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 03.00 hingga menjelang Subuh. Pada waktu tersebut, suasana lebih tenang sehingga menjadi kesempatan terbaik untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Saat orang lain masih terlelap menikmati tidurnya, kita bangun untuk bermunajat kepada Allah. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat baik untuk salat malam," tuturnya.
Muftiati juga berbagi pengalaman ketika menunaikan ibadah haji. Ia mengisahkan bagaimana para jamaah berbondong-bondong menuju Masjidil Haram pada dini hari untuk melaksanakan tahajud, kemudian melanjutkannya dengan salat Subuh, zikir, membaca Al-Qur'an, hingga melaksanakan ibadah lainnya.
"Setelah tahajud kita menjaga wudu, lalu melaksanakan salat Subuh, berzikir, membaca Al-Qur'an, kemudian melanjutkan ibadah lainnya. Ini menjadi rangkaian ibadah yang sangat indah dan penuh keberkahan," ungkapnya.
Melalui kebiasaan tahajud, Muftiati berharap umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak mudah, tahajud merupakan salah satu amalan yang dapat membuka jalan menuju kemuliaan dan surga yang dijanjikan-Nya.
"Yang penting adalah membiasakan diri dan istiqamah. Sedikit demi sedikit, insya Allah tahajud akan menjadi kebutuhan ruhani yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam hidup," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....