Kuliner Malam di Depan Kantor Bupati Aceh Utara, UMKM Dongkrak Ekonomi Warga

  • 03 Sep 2026 19:47 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Aceh Utara - Keramaian paling terasa di sepanjang jalur dua Simpang Landing dan sisi depan pagar Kantor Bupati Aceh Utara. Kendaraan roda dua datang dan pergi. Di sejumlah titik, warga tampak duduk berkelompok, menjadikan pinggir jalan sebagai ruang sederhana untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Bagi sebagian warga, kawasan itu bukan sekadar tempat membeli makanan. Namun, mulai tumbuh menjadi ruang pertemuan baru bagi masyarakat.

Di tengah deretan lapak dan lalu-lalang kendaraan, obrolan ringan mengalir bersama kepulan kopi. Ada yang datang bersama teman, ada pula yang sekadar singgah untuk menikmati suasana malam.

Kehadiran pedagang kuliner malam juga membawa cerita lain. Di balik lampu-lampu lapak yang terlihat sederhana, terdapat aktivitas pelaku usaha kecil yang mencoba menghidupkan roda ekonomi dari keramaian warga.

Salah seorang pengunjung, Reza, menilai keberadaan pedagang kuliner malam memberikan warna tersendiri bagi kawasan Landing.

Menurutnya, semakin ramai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, semakin besar pula peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Dengan adanya pedagang kuliner seperti ini, perputaran ekonomi atau UMKM bisa berjalan. Karena yang menghidupkan suasana ini juga masyarakat,” ujar Reza, Rabu malam 2 September 2026.

Reza menilai keberadaan ruang terbuka atau kawasan yang dapat menjadi tempat berkumpul warga memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya membuat suasana kota lebih hidup pada malam hari, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan penghasilan.

“Alun-alun kota juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kalau ada tempat yang nyaman untuk masyarakat berkumpul, tentu akan ramai dan berdampak kepada pedagang kecil,” ucap Reza.

Hal serupa diungkapkan pengunjung lainnya, Khairul, bahwa aktivitas kuliner malam membuat kawasan Landing tidak lagi hanya identik dengan aktivitas pemerintahan pada siang hari.

Pada malam hari, kata Khairul, kawasan tersebut berubah menjadi ruang yang lebih santai dan terbuka bagi masyarakat. Tentunya bagi pedagang, keramaian warga berarti kesempatan mengembangkan usahanya. Juga bagi pengunjung, deretan lapak kuliner menawarkan pilihan untuk menikmati malam tanpa harus mencari tempat yang jauh.

"Sederhana, tetapi cukup untuk membuat kawasan yang sebelumnya lebih banyak dilewati kendaraan itu terasa berbeda," kata Khairul.

Sementara itu, pantauan di lokasi terlihat lampu-lampu hias, aroma makanan, suara kendaraan dan percakapan warga yang dipadukan suara alunan musik santai. Landing pun perlahan menunjukkan denyut kehidupan malamnya.

Di depan kantor pemerintahan yang pada siang hari dipenuhi aktivitas kedinasan, malam hari menghadirkan cerita yang berbeda tentang warga yang ingin bersantai, pedagang kecil yang mencari rezeki, dan sebuah kawasan yang mulai menemukan cara sendiri untuk hidup setelah matahari terbenam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....