Wamenpar Tegaskan ACF Harus Gerakkan Ekonomi Masyarakat Aceh
- 14 Sep 2026 11:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menilai Aceh Culinary Festival tidak boleh berhenti sebagai ajang menikmati makanan, tetapi harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat menutup Aceh Culinary Festival 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu 13 September 2026. Menurutnya, kekayaan kuliner Aceh memiliki potensi besar untuk memperkuat promosi pariwisata daerah.
Ni Luh Enik mengatakan kuliner tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga membawa budaya, tradisi dan cerita yang melekat pada setiap makanan. Karena itu, penguatan cerita di balik kuliner dinilai penting agar wisatawan memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ia juga menilai para pelaku kuliner memiliki peran penting dalam menjaga tradisi gastronomi Aceh. Hal tersebut terlihat dari beragam sajian berbahan lokal yang ditampilkan dalam festival, termasuk olahan ikan endemik dari Aceh Tamiang.
Wamenpar menegaskan penyelenggaraan festival pariwisata harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Event pariwisata diharapkan mampu memperkuat usaha, membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi menyebut jumlah pengunjung ACF 2026 hingga Sabtu telah melampaui 11 ribu orang. Festival tersebut juga telah memasuki satu dekade penyelenggaraan dan empat kali berturut-turut masuk Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.
Pemerintah berharap Aceh Culinary Festival terus berkembang sebagai ruang promosi kuliner sekaligus budaya Aceh. Penguatan festival diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....