Melon Premium Berbasis IoT Antarkan Miharu Farm Raih Penghargaan
- 15 Sep 2026 13:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Pertanian tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional. Di Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Abdul Hamid, S.Pi., membuktikan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus menciptakan wisata baru.
Melalui Miharu Farm, Abdul Hamid mengembangkan budidaya melon premium ala Jepang di dalam screen house dengan sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT) Binaan Dinas Pertanian Dan Pangan Aceh utara.

Inovasi tersebut mengantarkannya menerima Anugerah Tokoh Inovasi dan Teknologi Aceh Utara 2026, yang diserahkan langsung Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., pada malam penutupan Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai dan Piasan Pase, Selasa, 15 September 2026.
Di Miharu Farm, teknologi digunakan untuk membantu mengontrol proses budidaya. Pertumbuhan tanaman, pemupukan hingga penyiraman dapat dipantau dan dikendalikan menggunakan telepon pintar melalui aplikasi Nido.

Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena teknologi pertanian dipadukan dengan wisata edukasi.
Saat memasuki masa panen, Miharu Farm membuka Agroeduwisata Petik Melon Premium bagi masyarakat. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati hasil pertanian, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana melon premium dibudidayakan menggunakan teknologi modern.
Produk melon yang dihasilkan juga memiliki pasar tersendiri. Sebagian hasil panen Miharu Farm dipasarkan ke supermarket, termasuk Suzuya.
Gagasan tersebut lahir dari pengalaman Abdul Hamid setelah mengikuti Program Magang Petani Muda Indonesia ke Jepang pada 2022.

Lulusan Universitas Malikussaleh itu berhasil lolos seleksi program Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Japan Agricultural Exchange Council (JAEC).
Selama satu tahun, ia menimba ilmu di Ouchi Farm, Prefektur Fukushima, Jepang. Di sana, Abdul Hamid mempelajari sistem pertanian dari hulu hingga hilir serta teknologi yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Sekembalinya ke Aceh Utara, pengalaman tersebut ia terapkan melalui Miharu Farm yang mendapat pembinaan dari Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara.
“Dari sinilah saya semakin semangat untuk menjalankan usaha ketika kembali ke tanah air. Segala ilmu dan teknologi yang saya dapatkan di Jepang, alhamdulillah dapat saya aplikasikan langsung,” ujarnya.
Miharu Farm kemudian berkembang bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda.
Abdul Hamid menerima siswa yang melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) dan mahasiswa yang melakukan penelitian maupun tugas akhir.
Konsistensinya mengembangkan inovasi pertanian juga membawanya meraih prestasi di tingkat nasional. Pada 2025, ia terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture Kementerian Pertanian Indonesia dan menerima penghargaan Pemuda Pelopor Aceh Utara.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, ST., MAP., CPSp., CCMS, menilai inovasi Miharu Farm sejalan dengan upaya pemerintah mendorong kemajuan sektor pertanian.
Ia mengapresiasi Abdul Hamid yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa dan mahasiswa untuk belajar serta melakukan penelitian.
Sementara itu, Camat Paya Bakong Mohammad Noval Andrian, S.STP., M.A.P., berharap pencapaian tersebut semakin memotivasi Abdul Hamid untuk melahirkan inovasi baru.
“Semoga setiap pencapaian yang telah didapatkan menjadi titik awal untuk terus melahirkan ide-ide cemerlang untuk kejayaan Paya Bakong dan Aceh Utara,” ujarnya.
Abdul Hamid sendiri berharap inovasi pertanian yang dikembangkan Miharu Farm dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh Utara agar tidak ragu menjadikan pertanian sebagai sektor masa depan.
“Semoga inovasi dan teknologi budidaya melon premium ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi kepada generasi muda untuk bergerak di sektor pertanian demi kejayaan Aceh Utara,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....