Cuci Tangan Jadi Seru! Mahasiswa KKN Ajarkan PHBS dengan Cara Kreatif di SDN 6

  • 29 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Mencuci tangan dengan sabun mungkin terdengar seperti hal sepele. Namun, bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 26 Universitas Malikussaleh, kegiatan sederhana ini diubah menjadi pengalaman belajar yang seru, interaktif, dan tak terlupakan bagi puluhan siswa-siswi SDN 6 Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Mengusung tema "Cuci Tangan Jadi Seru!", mahasiswa KKN menghadirkan metode edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dikemas dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Tidak ada ceramah membosankan atau materi yang terkesan menggurui. Sebaliknya, anak-anak diajak bernyanyi, bermain, dan mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar dengan penuh keceriaan.

Ketua Humas Kelompok 26 KKN PPM, Muhammad Fauzil Adim Harahap, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap masih rendahnya kesadaran anak-anak sekolah dasar akan pentingnya menjaga kebersihan tangan. Padahal, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu langkah paling sederhana dan efektif untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit.

"Kami melihat banyak anak-anak yang masih cuek terhadap kebersihan tangan. Mereka makan tanpa mencuci tangan, bermain di tanah lalu langsung memegang makanan, dan tidak terbiasa mencuci tangan setelah buang air. Padahal, kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar pada kesehatan mereka. Karena itu, kami ingin mengajarkan PHBS dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak tidak bosan dan benar-benar memahami pentingnya cuci tangan," ujar Muhammad Fauzil Adim Harahap dengan penuh semangat.

Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 6 Kuta Makmur ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai kelas. Mahasiswa KKN membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok kecil untuk memudahkan pendampingan dan memastikan setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup.

Program pertama yang diperkenalkan adalah nyanyian cuci tangan dengan irama ceria yang mudah diingat oleh anak-anak. Lagu yang diciptakan oleh mahasiswa KKN ini berisi langkah-langkah mencuci tangan yang benar—mulai dari membasahi tangan dengan air, mengoleskan sabun, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga membilasnya dengan air bersih. Anak-anak dengan antusias mengikuti setiap gerakan sambil bernyanyi bersama.

"Saya suka lagunya! Asyik banget!" ujar Rara (9 tahun) , salah satu siswa kelas 3 SDN 6 Kuta Makmur, dengan mata berbinar.

Tak hanya menyanyi, mahasiswa KKN juga menggelar permainan edukatif yang menguji pemahaman anak-anak tentang PHBS. Ada permainan ular tangga raksasa yang setiap kotaknya berisi pertanyaan seputar kebersihan diri dan lingkungan. Ada pula permainan "Tebak Gambar" di mana anak-anak harus menebak kegiatan mana yang termasuk perilaku bersih dan sehat. Setiap jawaban benar mendapat hadiah kecil yang membuat anak-anak semakin antusias.

Salah satu momen paling seru adalah ketika anak-anak diajak mempraktikkan langsung cuci tangan di wastafel yang telah disediakan. Mahasiswa KKN mendampingi setiap anak untuk memastikan mereka melakukan semua langkah dengan benar. Setelah selesai, tangan anak-anak diperiksa dengan tisu bersih untuk melihat apakah masih ada kotoran yang tertinggal.

Bu Fatimah, salah satu guru SDN 6 Kuta Makmur, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan yang digagas mahasiswa KKN. Menurutnya, pendekatan kreatif seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan metode ceramah yang selama ini sering digunakan di kelas.

"Biasanya kami hanya memberi tahu anak-anak tentang pentingnya cuci tangan. Tapi dengan metode seperti ini, anak-anak jadi lebih paham dan antusias. Mereka bernyanyi, bermain, dan mempraktikkan langsung. Saya yakin mereka akan ingat pelajaran ini untuk waktu yang lama. Terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah datang dan berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan," ujar Bu Fatimah dengan senyum lebar.

Selain mencuci tangan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup bersih lainnya, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi dengan benar, memotong kuku secara teratur, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Semua materi disampaikan melalui media gambar yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 26, Dr. Naz'aina, S.E., M.Si., Ak., mengapresiasi kreativitas mahasiswanya dalam merancang program edukasi PHBS yang inovatif dan menyenangkan.

"Saya sangat bangga dengan ide-ide segar yang dihadirkan mahasiswa. Mereka tidak hanya mengajarkan PHBS, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan generasi muda kita. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di sekolah-sekolah lain," ujar Dr. Naz'aina dengan penuh kebanggaan.

Kepala Sekolah SDN 6 Kuta Makmur, Bapak Syamsul Rizal, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian mahasiswa KKN terhadap pendidikan kesehatan anak-anak di sekolahnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah meluangkan waktu untuk mengajarkan PHBS kepada siswa-siswi kami. Anak-anak sangat senang dan bersemangat. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, bahkan setelah masa KKN berakhir. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak kami," ujar Bapak Syamsul Rizal.

Tak lupa, mahasiswa KKN juga membagikan sabun cuci tangan dan sikat gigi kepada setiap siswa sebagai bentuk dukungan nyata agar kebiasaan baik ini bisa diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah masing-masing. Anak-anak menerima hadiah tersebut dengan penuh sukacita dan berjanji akan rajin mencuci tangan dan menggosok gigi setiap hari.

Kegiatan sosialisasi PHBS di SDN 6 Kuta Makmur ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah bagi anak-anak yang paling aktif selama kegiatan berlangsung. Suasana haru dan bahagia terpancar dari wajah anak-anak dan para guru yang hadir.

Muhammad Fauzil Adim Harahap menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen mahasiswa KKN Kelompok 26 untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Bayu dan sekitarnya, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga kesehatan dan pendidikan.

"Kami percaya bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jika sejak dini mereka dibiasakan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, maka masa depan mereka akan lebih cerah dan sehat. Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini bisa menjadi kebiasaan baik yang mereka bawa hingga dewasa," pungkasnya.

Kegiatan edukasi PHBS yang dikemas dengan cara kreatif ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan pendidikan generasi muda. SDN 6 Kuta Makmur kini memiliki suasana belajar yang lebih sehat dan ceria, berkat sentuhan mahasiswa KKN yang hadir sebagai agen perubahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....