Dorong Kesehatan Warga, Mahasiswa KKN di Desa Bayu Tanam Tanaman Herbal
- 20 Agt 2026 18:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 26 Universitas Malikussaleh. Bertempat di Desa Bayu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, para mahasiswa menginisiasi program penanaman tanaman herbal sebagai upaya mendorong pemanfaatan tanaman obat untuk meningkatkan derajat kesehatan warga.
Kegiatan penanaman yang berlangsung pada awal pekan ini melibatkan mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat setempat. Berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, sereh, kencur, dan lidah buaya ditanam di lahan kosong yang sebelumnya tidak terawat. Lahan ini kini disulap menjadi kebun herbal yang akan menjadi sumber bahan baku obat tradisional bagi warga Desa Bayu.
Ketua Humas Kelompok 26 KKN PPM, Muhammad Fauzil Adim Harahap, Kamis 20 Agustus 2026 menjelaskan bahwa program penanaman tanaman herbal ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara alami dan mandiri.
"Kami melihat banyak warga yang lebih memilih membeli obat-obatan kimia dibandingkan memanfaatkan tanaman herbal yang sebenarnya tumbuh subur di sekitar mereka. Padahal, nenek moyang kita sudah terbukti menggunakan tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Melalui program ini, kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan kekayaan tanaman herbal yang ada," ujar Muhammad Fauzil Adim Harahap dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, kebun herbal yang baru saja ditanami ini akan menjadi percontohan bagi warga. Ke depan, setiap rumah tangga di Desa Bayu diharapkan dapat memiliki kebun herbal mini di pekarangan masing-masing.
"Kami ingin menciptakan gerakan sehat berbasis tanaman obat. Bayangkan, jika setiap rumah memiliki tanaman herbal, maka kebutuhan obat-obatan ringan seperti masuk angin, batuk, atau gangguan pencernaan bisa diatasi dengan bahan-bahan alami tanpa harus ke dokter atau membeli obat mahal. Ini juga bagian dari upaya kita menuju desa mandiri di bidang kesehatan," tambahnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 26, Dr. Naz'aina, S.E., M.Si., Ak., menyambut baik program inovatif yang digagas mahasiswanya. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru.
"Penanaman tanaman herbal adalah langkah cerdas dan strategis. Selain untuk kesehatan, tanaman herbal memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jika dikelola dengan baik, kebun herbal ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga. Saya apresiasi tinggi atas kerja keras mahasiswa yang terus berinovasi demi kemajuan Desa Bayu," ujar Dr. Naz'aina dengan penuh kebanggaan.
Keuchik Desa Bayu, Musriadi, juga mengapresiasi program penanaman tanaman herbal yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN. Beliau menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi warganya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan memiliki akses terbatas ke fasilitas kesehatan.
"Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah peduli dengan kesehatan warga kami. Tanaman herbal ini akan sangat berguna, terutama bagi warga yang tinggal di pelosok desa dan sulit menjangkau puskesmas. Dengan adanya kebun herbal ini, mereka bisa mengobati penyakit ringan secara mandiri. Kami berharap program ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik di Desa Bayu," ujar Musriadi.
Salah satu warga, Ibu Salmah, mengaku antusias mengikuti kegiatan penanaman dan berniat meniru program ini di pekarangan rumahnya.
"Saya senang sekali dengan kegiatan ini. Dulu nenek saya sering pakai kunyit dan jahe untuk obat, tapi sekarang sudah jarang. Setelah ada adik-adik KKN, saya jadi teringat lagi manfaat tanaman herbal. Besok saya mau tanam juga di belakang rumah," ujarnya dengan senyum ceria.
Selain kegiatan penanaman, mahasiswa KKN Kelompok 26 juga merencanakan serangkaian program pendukung, seperti pelatihan pembuatan jamu dan minuman herbal, sosialisasi manfaat tanaman obat, serta pembuatan buku panduan sederhana tentang tanaman herbal dan khasiatnya. Program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang komprehensif bagi masyarakat tentang cara mengolah dan memanfaatkan tanaman herbal untuk kebutuhan sehari-hari.
Muhammad Fauzil Adim Harahap menambahkan bahwa program ini akan terus dipantau dan didampingi hingga masa KKN berakhir, agar kebun herbal yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
"Kami berkomitmen untuk tidak hanya menanam, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga tanaman ini tumbuh subur dan siap dipanen. Kami juga akan membantu warga dalam proses pengolahan tanaman herbal menjadi produk yang bernilai jual. Karena kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan," pungkasnya.
Kegiatan penanaman tanaman herbal ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam bidang ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Desa Bayu kini tidak hanya memiliki gapura kemerdekaan yang megah, tetapi juga kebun herbal yang akan menjadi sumber kesehatan dan kemandirian bagi warganya.
Semoga program ini membawa berkah dan kesehatan bagi seluruh masyarakat Desa Bayu! Sehat alami dengan tanaman herbal!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....