Gampong Film: ketika Karya Anak Bangsa Menjadi Ruang Edukasi, dan Kemanusian

  • 24 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Abulyatama berkolaborasi dengan Aceh Documentary dalam program Gampong Film yang diselenggarakan di RRI Lhokseumawe, Minggu malam 23 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap karya film dokumenter lokal sekaligus menghadirkan hiburan, edukasi, dan refleksi sosial bagi masyarakat.

Pemutaran film dokumenter karya sineas dan anak-anak muda lokal tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan realitas sosial, kebudayaan, sejarah, serta berbagai persoalan masyarakat melalui perspektif audiovisual.

Kehadiran Gampong Film menunjukkan bahwa film dokumenter dapat berfungsi sebagai medium pendidikan publik yang mampu membangun kesadaran kritis sekaligus memperkuat apresiasi terhadap karya anak bangsa.

Kolaborasi BEM FH Unaya bersama Aceh Documentary juga memperlihatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak berhenti pada ruang akademik dan organisasi.

Mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat, termasuk melalui kebudayaan, literasi, kreativitas, dan aksi kemanusiaan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BEM FH Unaya bersama Aceh Documentary turut melaksanakan aksi penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan, karena hiburan dan kebudayaan tidak harus berdiri terpisah dari kepedulian sosial.

Melalui penggalangan dana tersebut, masyarakat yang hadir diajak untuk tidak hanya menikmati karya, tetapi juga menumbuhkan solidaritas terhadap sesama. Dari sebuah ruang pemutaran film, lahir sebuah pesan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas geografis.

“Film dapat membuka mata, tetapi kepedulian menggerakkan tangan.”

Gampong Film pada akhirnya bukan hanya tentang layar, cerita, dan karya. Ia menjadi ruang perjumpaan antara kebudayaan, pendidikan, kreativitas, dan kemanusiaan.Ketika karya anak bangsa dipertontonkan kepada masyarakat dan pada saat yang sama masyarakat diajak untuk peduli terhadap korban bencana, maka film telah melampaui fungsi hiburan, ia menjadi bagian dari gerakan sosial.

Kolaborasi BEM FH Unaya dan Aceh Documentary diharapkan dapat terus menjadi contoh bahwa organisasi mahasiswa dan komunitas kreatif memiliki ruang yang luas untuk membangun masyarakat melalui gagasan, karya, serta tindakan nyata.

Sebab pada akhirnya, peradaban tidak hanya dibangun oleh mereka yang mampu menciptakan karya, tetapi juga oleh mereka yang bersedia menggunakan karya tersebut untuk menghadirkan kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....