Sebanyak 57 Ribu Hektare Sawah Terdampak, Aceh Pacu Pemulihan Pertanian
- 19 Agt 2026 20:53 WIB
- Lhokseumawe
REI.CO.ID, Lhokseumawe — Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu pekerjaan besar Aceh setelah bencana hidrometeorologi menerjang sejumlah wilayah. Pemerintah Aceh kini mendorong rehabilitasi lahan dipercepat agar aktivitas petani kembali berjalan dan roda ekonomi masyarakat segera bergerak.
Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, S.IP., M.PA., mengatakan sekitar 57.485 hektare sawah dan 60.438 hektare perkebunan terdampak bencana. Dari luasan tersebut, puluhan ribu hektare kini telah masuk dalam proses pemulihan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kembali apa yang telah rusak, tetapi juga fondasi ekonomi Aceh yang lebih kuat, produktif, inklusif, dan tangguh,” ujar M. Nasir saat menghadiri Aceh Economic Forum (AEF) Agustus 2026 di Auditorium Teuku Umar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Banda Aceh, Rabu 19 Agustus 2026
Menurutnya, sekitar 40.852 hektare sawah dan 40.418 hektare perkebunan saat ini dalam proses rehabilitasi. Pemulihan tersebut dinilai tidak bisa hanya berfokus pada kondisi lahan, tetapi harus dibarengi pembenahan irigasi serta berbagai infrastruktur penunjang pertanian.
Jika seluruh komponen tersebut bergerak bersamaan, pemerintah berharap lahan yang sebelumnya terdampak dapat kembali menghasilkan. Petani pun bisa kembali beraktivitas, produksi pangan meningkat dan pendapatan masyarakat berangsur pulih.
Untuk mendukung proses tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan dukungan sekitar Rp2,5 triliun bagi pemulihan Aceh. Dari jumlah itu, sekitar Rp515,2 miliar dialokasikan kepada Pemerintah Aceh.
Hingga 11 Agustus 2026, realisasi anggaran tersebut mencapai Rp264,4 miliar atau sekitar 51,3 persen.
M. Nasir menyampaikan hal itu dalam forum yang mengangkat tema “Percepatan Progres Rekonstruksi dan Rehabilitasi Lahan Pertanian untuk Pertumbuhan Ekonomi Aceh yang Terakselerasi”.
Forum tersebut menjadi ruang mempertemukan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mencari langkah yang lebih cepat dan terukur dalam memulihkan sektor pertanian sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Aceh.
Di tengah proses rehabilitasi, perekonomian Aceh masih menunjukkan pertumbuhan. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Aceh tumbuh 4,86 persen secara tahunan, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada Semester I 2026 tercatat 4,48 persen.
Sekda Aceh berharap forum tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan langkah nyata yang dapat mempercepat pemulihan di lapangan.
Pemerintah Aceh, kata dia, akan terus membangun koordinasi bersama pemerintah pusat, Bank Indonesia dan seluruh pihak terkait agar proses rehabilitasi serta rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini, Deputi Kepala Perwakilan BI Aceh Hertha Bastiawan serta jajaran terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....