Sebanyak 67 Daerah Irigasi Aceh Terdampak Banjir, Pemulihan Dipacu
- 19 Agt 2026 14:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Sebanyak 67 daerah irigasi di Aceh terdampak banjir dan longsor pada 25–27 November 2025. Dari jumlah tersebut, sembilan daerah irigasi merupakan kewenangan pemerintah pusat, sedangkan 58 lainnya berada di bawah pemerintah daerah. Bencana hidrometeorologi tersebut mengganggu fungsi jaringan irigasi dan pasokan air ke lahan pertanian. Rabu 19 Agustus 2026.
Perwakilan BWS Sumatera I Aceh, Fajrullah Mufti, mengatakan penanganan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan pemulihan fungsi irigasi. Sejumlah daerah irigasi yang mendapat penanganan antara lain DI Pante Lhoong, DI Jambo Aye, dan DI Krueng Pase. Di DI Jambo Aye, dari sekitar 19.000 hektare areal layanan, sebanyak 15.375 hektare kini telah kembali berfungsi.
BWS Sumatera I selanjutnya menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di sejumlah daerah irigasi, termasuk DI Krueng Tiro, DI Baro Raya, DI Pante Lhoong dan DI Alue Ubay di Aceh Utara. Pekerjaan dilakukan setelah tahap pemulihan darurat untuk memastikan infrastruktur irigasi kembali berfungsi secara optimal.
Fajrullah menyebut pekerjaan lanjutan ditargetkan mulai berkontrak pada pekan kedua September 2026 dan rampung paling lambat 31 Desember 2026. Pelaksanaan proyek menghadapi tantangan musim hujan serta penyesuaian dengan musim tanam kedua, sehingga pekerjaan harus dilakukan secara paralel. Sementara progres rehabilitasi dan rekonstruksi bidang air tanah serta air baku telah mencapai sekitar 63,5 persen.
Pemulihan jaringan irigasi dinilai penting untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian sekaligus memastikan kebutuhan air bagi petani di berbagai wilayah Aceh terpenuhi. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal agar aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal dan infrastruktur irigasi lebih siap menghadapi ancaman bencana berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....