BSI Dorong Pemulihan Pesisir Aceh Tamiang Lewat 15 Ribu Mangrove
- 20 Agt 2026 16:28 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tamiang – Upaya pemulihan kawasan pesisir Aceh Tamiang mendapat dukungan melalui program Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 yang digelar PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI. Sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di lahan seluas lima hektare di Desa Sungai Kuruk III, Kecamatan Seruway, Kamis 20 Agustus 2026. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir setelah bencana, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan rehabilitasi kawasan terdampak bencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi warga. Penanaman mangrove dinilai memiliki fungsi strategis dalam mengurangi risiko abrasi, menjaga ekosistem pesisir serta melindungi kawasan yang menjadi ruang hidup dan sumber penghasilan masyarakat. Program berbasis blue carbon tersebut diproyeksikan melibatkan lebih dari 1.300 masyarakat dan memiliki potensi penyerapan karbon lebih dari 28.500 tCO₂e setiap tahun.
Program RBB di Aceh Tamiang juga tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Relawan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah. Materi yang disampaikan mencakup penguatan produk, pemasaran, pemberdayaan ekonomi serta pengelolaan keuangan. Pendekatan tersebut diarahkan agar pemulihan pascabencana tidak hanya menghasilkan kawasan pesisir yang lebih terlindungi, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki sumber penghasilan yang dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kegiatan di Sungai Kuruk III merupakan bagian dari rangkaian RBB 2026 di Aceh Tamiang yang berlangsung 16–19 Agustus. Program tersebut menyasar sejumlah kelompok, mulai dari masyarakat terdampak bencana, pelajar dan tenaga pendidik hingga pesantren, lembaga keagamaan serta komunitas lingkungan. Sebanyak 15 peserta terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove, terdiri atas perwakilan BUMN dan Digital Rangers BSI. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, termasuk jajaran BSI, BP BUMN, KPH Wilayah VII Aceh serta pemerintahan desa.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada pembangunan fisik semata. Ketika rehabilitasi ekosistem berjalan bersama pemberdayaan masyarakat, kawasan pesisir tidak hanya dipulihkan untuk menghadapi ancaman bencana, tetapi juga disiapkan menjadi ruang ekonomi yang lebih tangguh. Melalui penanaman ribuan mangrove dan edukasi ekonomi berkelanjutan, BSI berharap manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang serta menjadi investasi lingkungan dan sosial bagi generasi masyarakat Aceh Tamiang berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....