Inklusivitas dan Media Aksesibel
- 16 Mei 2024 18:45 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Baru-baru ini kita banyak mengenal istilah inklusi. Seperti sekolah inklusi, lingkungan inklusi atau inklusi sosial. Tapi apa sebenarnya inklusifitas itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inklusifitas itu memiliki arti termasuk, terhitung atau lawan kata dari inklusif adalah eksklusif, yang terkesan dipisahkan.
"Kalau inklusi ini menggabungkan atau mengikut sertakan. Jadi diharapkan dengan inklusivitas ini lingkungan atau apapun kegiatan komunitas sebagai sebuah pengakuan penghargaan atas keberadaan dari eksistensi yang berbeda. Harapanya inklusivitas bisa terlihat dari negara kita sendiri,” ujar Rein Hudasediyani, Momspeakerpreneur dan Humas Ibu Inklusif Ibu Profesional, dalam siaran Malang Siang Ini, Kamis (16/05/2024).
Inklusivitas merupakan sebuah penghargaan dan pengakuan atas keberadaan atau eksistensi dari perbedaan dan keberagaman.
“Inklusivitas dekat sekali dengan penyandang disabilitas. Jadi orang-orang yang berkebutuhan khusus bisa diperlakukan secara setara, tidak diskriminasi, dan tidak diperlakukan semena-mena. Jadi mereka mendapatkan penghormatan dalam lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Hak-hak para penyandang disabilitas sebagai manusia seringkali diabaikan. Mulai dari hak untuk hidup, hak untuk memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan hingga hak kemudahan mengakses fasilitas umum. Padahal Negara sudah menjamin hak-hak tersebut.
“Indonesia sudah melindungi teman-teman disabilitas dengan adanya undang-undang dari Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2016. Jadi negara saja sudah melindungi, sudah menganggap, menyama ratakan, dan menghargai teman-teman difabel. Selanjutnya diharapkan baik dari sektor pendidikan, pekerjaan, sosial, budaya dan lain sebagainya, teman-teman difabel bisa menjadi inklusi dan diikut sertakan,” tuturnya.
Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan yang mulai merekrut pekerja disabilitas seperti teman tuli, teman netra ataupun teman difabel lainnya.
“Dalam lingkungan pendidikan banyak sekali sekolah inklusi. Secara sosial juga sudah banyak ditemui komunitas atau lembaga yang yang beranggotakan teman-teman difabel baik difabel tuli, netra ataupun difabel intelektual. Besar harapan hal ini terjadi tidak hanya di kota Malang, tapi juga kota-kota lain yang mulai inklusi dan menganggap setara terhadap teman-teman difable,” ungkapnya.
“Dalam komunitas ibu profesional ada beberapa komponen yang salah satunya adalah komponen inovasi. Dalam komponen ini ada ibu inklusif yang kami ikutsertaka. Tidak hanya ibu-ibu penyandang disabilitas tapi juga termasuk ibu-ibu dari anak kebutuhan khusus. Kami juga memiliki program- program yang bisa merangkul mereka. Jadi mereka mendapatkan pendidikan di Ibu profesional program Ibu inklusif ini,” pungkasnya.