Benarkah Parfum Tidak Boleh Kena Leher?

  • 07 Jan 2026 15:03 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Banyak orang terbiasa menyemprotkan parfum ke area leher karena dianggap sebagai titik nadi yang dapat membuat aroma lebih tahan lama. Namun, belakangan muncul anggapan bahwa parfum sebaiknya tidak mengenai leher karena berisiko menimbulkan masalah kulit. Benarkah demikian, ataukah ini hanya mitos yang berkembang di media sosial?

Secara umum, kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher dan beberapa bagian kulit berkaitan dengan karakteristik fisiologis tubuh. Berdasarkan jurnal di Repository STKIPMB (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bulukumba), area leher termasuk titik nadi, yakni bagian tubuh di mana pembuluh darah berada dekat dengan permukaan kulit. Kondisi ini membuat suhu kulit di area tersebut relatif lebih hangat, sehingga membantu mengaktifkan dan menyebarkan molekul wewangian secara bertahap ke udara. Efek panas tubuh inilah yang membuat aroma parfum terasa lebih kuat dan bertahan lebih lama dibandingkan jika diaplikasikan pada area tubuh yang lebih dingin.

Parfum sendiri mengandung campuran alkohol, senyawa aroma sintetis, maupun essential oil. Berdasarkan penjelasan American Academy of Dermatology (AAD), beberapa kandungan parfum dapat bersifat iritan atau menyebabkan reaksi alergi langsung. Selain itu, terdapat kondisi yang dikenal sebagai fotosensitivitas, yakni reaksi kulit yang muncul ketika zat tertentu di kulit bereaksi dengan sinar matahari. Inilah yang membuat area leher yang sering terpapar matahari lebih berisiko mengalami kemerahan, gatal, atau penggelapan kulit jika sering disemprot parfum

Meski demikian, parfum tidak sepenuhnya dilarang digunakan di leher. Dilansir Refinery29, ahli toksikologi dan kimiawan kosmetik, Rani Ghosh menyebutkan bahwa efek parfum pada kulit bergantung pada formulasi produk dan kondisi kulit masing-masing. Menurutnya, parfum relatif aman pada kulit normal, namun berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit sensitif atau yang sering terpapar sinar matahari.

Alternatif yang lebih aman adalah menyemprotkan parfum di area tubuh lain seperti pergelangan tangan bagian dalam, belakang telinga (dengan jarak aman), atau pada pakaian dengan hati-hati. Sangat disarankan menggunakan parfum pada titik yang tidak langsung terpapar sinar matahari untuk meminimalkan risiko iritasi dan perubahan warna kulit.

Anggapan bahwa parfum tidak boleh kena leher tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Leher bukan area terlarang, namun termasuk zona sensitif yang perlu kehati-hatian ekstra. Jika kulit mudah iritasi atau sering terpapar matahari, sebaiknya hindari menyemprot parfum langsung ke leher. Pada akhirnya, memahami kondisi kulit sendiri dan menggunakan parfum secara bijak adalah kunci agar wangi tetap nyaman tanpa menimbulkan masalah kesehatan kulit. (RRI/Aldi W.)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....