Mengapa Banyak Orang Menyukai Gerimis? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 20 Des 2025 13:24 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Gerimis kerap menghadirkan suasana tenang yang disukai banyak orang. Hal itu diungkapkan Aisyah dalam acara Indonesia Banget yang ditayangkan pada Sabtu (20/12/2025).

“Saya suka gerimis, kalau gerimis pasti saya duduk di teras, saya tonton,” ujar Aisyah.

Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan. Secara ilmiah, gerimis memang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan hujan pada umumnya dan dapat memengaruhi kondisi psikologis manusia.

Dikutip dari beberapa sumber, Gerimis atau drizzle adalah jenis curah hujan ringan yang terdiri dari tetesan air sangat kecil dengan diameter kurang dari 0,5 milimeter. Intensitasnya rendah dan tetesannya jatuh perlahan sehingga terlihat seperti melayang di udara. Fenomena ini biasanya berasal dari awan stratus yang rendah dan seragam.

Selain visual yang lembut, gerimis juga identik dengan aroma khas yang sering disebut sebagai bau hujan. Dalam dunia sains, aroma ini dikenal dengan istilah petrichor. Petrichor merupakan aroma khas tanah atau udara yang tercium ketika hujan turun, terutama setelah periode kering. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan Australia, Isabel Bear dan R.G. Thomas, dalam jurnal Nature pada tahun 1964.

Aroma petrichor berasal dari beberapa komponen utama. Salah satunya adalah geosmin, senyawa organik yang dihasilkan oleh bakteri tanah, terutama Streptomyces. Selain itu, minyak alami dari tumbuhan yang menumpuk di tanah selama musim kering juga ikut terangkat ke udara saat hujan turun. Dalam kondisi tertentu, ozon (O₃) yang terbentuk di atmosfer juga dapat menambah aroma khas hujan.

Dari sisi psikologis, aroma hujan diketahui dapat memicu bagian otak yang berperan dalam memori dan emosi, seperti hippocampus dan amigdala. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa tenang, nyaman, bahkan bahagia ketika mencium bau hujan atau menikmati gerimis.

Tidak hanya aroma, suara gerimis juga berperan penting. Suara hujan ringan kerap dikategorikan sebagai white noise atau bunyi latar yang lembut. Jenis suara ini dapat membantu menenangkan sistem saraf, menyamarkan suara bising lain, serta memberikan efek relaksasi.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa suara hujan dapat memengaruhi gelombang otak yang berkaitan dengan relaksasi dan membantu menurunkan tingkat stres serta kecemasan.

Secara keseluruhan, kombinasi antara aroma petrichor dan suara gerimis menciptakan pengalaman sensorik yang menenangkan. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang, seperti Aisyah, memilih duduk diam dan menikmati gerimis yang turun perlahan.

Sebagai catatan, kata petrichor sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni petra yang berarti batu dan ichor yang merujuk pada cairan para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini menggambarkan esensi alam yang muncul kembali ke udara saat hujan menyentuh bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....