Ilusi Multitasking dan Dampaknya terhadap Produktivitas Kerja
- 20 Des 2025 12:22 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Di era kerja digital, multitasking sering dianggap sebagai kemampuan penting atau dianggap efisien untuk menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus. Membalas pesan sambil mengikuti rapat atau bekerja sambil masuk kelas online dianggap sebagai kegiatan yang produktif. Namun, dalam penjelasan dari American Psychological Association menunjukkan bahwa multitasking bukanlah kegiatan yang efisien, melainkan perpindahan fokus yang cepat dari satu tugas ke tugas lainnya.
Otak manusia bekerja dengan sistem task-switching, yang dikendalikan oleh korteks prefrontal. Setiap kali berpindah tugas, otak membutuhkan waktu dan energi untuk menyesuaikan kembali fokusnya. Proses ini menyebabkan peningkatan beban kognitif dan menurunkan kualitas kinerja. Penelitian menunjukkan bahwa multitasking meningkatkan tingkat kesalahan dan membuat penyelesaian tugas menjadi lebih lama dibandingkan bekerja dengan fokus penuh pada satu pekerjaan.
Fenomena ini dikenal sebagai task-switching cost. Setiap gangguan, sekecil apa pun, memaksa otak membuang energi hanya untuk kembali ke tingkat konsentrasi sebelumnya. Akumulasi dari perpindahan ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas hingga sekitar 40 persen, terutama saat mengerjakan tugas yang kompleks dan membutuhkan konsentrasi tinggi.
Selain berdampak pada kinerja, multitasking juga memengaruhi kesehatan mental. Pergantian fokus yang terus-menerus meningkatkan stres kognitif, mempercepat kelelahan mental, dan berkontribusi pada rasa burnout. Multitasking berkepanjangan juga mengganggu memori kerja, sehingga informasi yang dipelajari atau dikerjakan menjadi lebih sulit dipahami dan diingat.
Berdasarkan temuan tersebut, para ahli merekomendasikan pendekatan single-tasking, yakni mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Menggunakan teknik seperti mengatur waktu kerja, mengelompokan tugas, dan meminimalkan distrasksi atau gangguan dinilai lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan mental. Fokus penuh bukan hanya membuat pekerjaan lebih cepat selesai, tetapi juga menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....