Sedikit Mengenang Jenis Permainan Tradisional Sunda
- 31 Jul 2025 19:35 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung. Permainan tradisional Sunda, yang dikenal juga sebagai "Kaulinan Urang Lembur" atau "Kaulinan Barudak", adalah warisan budaya yang kaya dan beragam, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda. Permainan-permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan sosial yang tinggi.
Beberapa contoh permainan tradisional Sunda yang populer antara lain:
Permainan Tanpa Alat:
- Cingciripit: Permainan sederhana yang sering digunakan untuk menentukan pemain yang menjadi "kucing" (emeng).
- Oray-orayan: Permainan berkelompok di mana anak-anak membentuk barisan seperti ular dan melewati terowongan yang dibuat oleh dua pemain.
- Bebentengan: Permainan dua kelompok yang berusaha menjaga benteng mereka dan menyerang benteng lawan.
- Perepet Jengkol: Permainan berkelompok di mana anak-anak duduk berputar dan saling menindih kaki.
- Paciwit-ciwit Lutung: Permainan berkelompok di mana anak-anak saling mencubit punggung tangan.
- Sasalimpetan: Permainan berkelompok di mana anak-anak berpegangan tangan dan berjalan dalam pola tertentu.
- Ucing Sumput (Petak Umpet): Permainan klasik di mana satu pemain mencari pemain lain yang bersembunyi.
- Hahayaman: Permainan di mana satu anak menjadi "ayam" dan satu lagi menjadi "musang".
- Slep Dur: Permainan mirip ular naga panjang, di mana anak-anak melewati terowongan yang dibuat oleh dua pemain.
Permainan Menggunakan Alat:
- Congklak: Permainan strategi dengan papan dan biji-bijian.
- Egrang: Permainan menggunakan bambu panjang sebagai alat berjalan.
- Gatrik: Permainan menggunakan dua bilah kayu, satu pendek dan satu panjang.
- Boi-boian: Permainan menggunakan pecahan genting atau bola kasti.
- Sorodot Gaplok: Permainan menggunakan dua batu, satu kecil dan satu besar.
- Jajangkungan: Permainan menggunakan batok kelapa yang diikat tali untuk berjalan.
- Dakon: Permainan strategi menggunakan papan dan biji-bijian.
- Galah Asin: Permainan beregu di lapangan dengan garis-garis.
Permainan tradisional Sunda ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai aspek dalam diri anak, seperti bahasa, ketangkasan fisik, dan pendidikan moral. Sayangnya, dengan perkembangan zaman, beberapa permainan ini mulai terlupakan.
Oleh karena itu, pelestarian permainan tradisional Sunda sangat penting agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....