Mensyukuri Nikmat Allah yang Tak Terhingga: Kunci Ketenangan Jiwa
- 19 Apr 2025 10:49 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Dalam kajian subuh yang disampaikan oleh TGH. Ahmad Mu’ammar, M.Pd.I di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center dan disiarkan secara langsung oleh Pro1 RRI Mataram. Mu'ammar membuka ceramah dengan ajakan untuk selalu mensyukuri nikmat Allah. Menurut beliau, nikmat Allah terbagi menjadi dua: lahiriah dan batiniah. Nikmat lahiriah mencakup kesehatan, rezeki, dan segala hal yang bisa dirasakan secara fisik. Sedangkan nikmat batiniah meliputi ketenangan hati, iman, dan kebahagiaan rohani.
TGH. Mu’ammar mengingatkan bahwa jika manusia lalai bersyukur, maka ia akan terjebak dalam keluhan dan ketidakpuasan hidup. Padahal, setiap detik kehidupan adalah anugerah dari Allah yang tidak bisa dinilai dengan materi. Maka dari itu, rasa syukur bukan hanya harus diucapkan, tetapi juga ditunjukkan lewat tindakan nyata.
Rasa syukur bisa diwujudkan dengan menggunakan nikmat yang ada untuk kebaikan. Misalnya dengan berbagi kepada sesama, menjaga kesehatan, dan memperbanyak ibadah. Dengan begitu, nikmat yang diberikan Allah tidak hanya membawa kebahagiaan pribadi, tapi juga memberi manfaat untuk lingkungan sekitar.
Selain itu, beliau mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada kekurangan yang dimiliki. Terkadang manusia terlalu terpaku pada hal-hal yang belum tercapai, sampai lupa bahwa sudah banyak hal yang telah diberikan Allah. Sikap ini, jika tidak dikendalikan, bisa mematikan rasa syukur dan membuat hati gelisah.
Dengan hidup yang penuh rasa syukur, kata beliau, hati akan lebih tenang dan bahagia. Hidup akan terasa lebih ringan dijalani karena segala sesuatu dilihat sebagai pemberian dari Allah. Inilah salah satu kunci ketenangan jiwa dalam Islam: mensyukuri nikmat Allah yang tidak pernah berhenti tercurah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....