Seni Budaya Cibatokan Khas Kampung Cibatok Bogor
- 10 Mar 2025 14:43 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Cibatok adalah nama satu daerah yang berada di Bogor, Jawa Barat. Salah satu desa yang memiliki kesenian khas yang hanya ada di Desa Cibatok. Kesenian itu adalah seni Cibatokan.
Menurut para sesepuh terdahulu, sebelum diberi nama Cibatokan kesenian ini memiliki nama Kesenian Buhun.
Salah satu lagu yang biasa dibawakan dalam kesenian Cibatokan adalah lagu Babangen. Babangen adalah kata dalam bahasa Sunda Buhun yang biasa digunakan oleh para sesepuh dahulu ketika membangunkan orang yang sedang tidur.
Demikian dijelaskan oleh Supriyatna Ketua Kesenian Cibatokan dalam acara Obrolan Budaya RRI Net beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, dalam hal ini, lagu Babangen dalam kesenian Cibatokan tersebut dibawakan pada saat Panen Raya untuk memberikan semangat para petani.
"Alat yang digunakan dalam kesenian Cibatokan adalah perangkat Gamelan. Berbeda dengan Gamelan dalam Kesenian Sunda lainnya seperti Gamelan Degung atau Gamelan Kliningan, untuk Gamelan Cibatokan Gamelannya menggunakan Laras Salendro dengan alat yang Khas didalamnya menggunakan Bende,"jelas dia.
Berbeda dengan kesenian lainnya yang biasanya ada penyanyi atau Juru Kawih dalam penyajiannya, dalam Seni Cibatokan dari dulu hingga sekarang hanya menampilkan jenis musik instrumental saja. Seiring perkembangan jaman.
"Seni Cibatokan masih terus bertahan dalam pakem-pakem sajiannya. Hanya pernah sekali Seni Cibatokan berkolaborasi dengan Seni Tari menjadi pengiring tarian,"jelasnya.
Ada satu buah lagu yang unik denga judul “Bayeman” yang juga selalu dibawakan ketika pesta Panen.
Menurut Supriyatna, Bayeman diambil bukan dari jenis sayuran Bayem, tetapi diambil dari makna kata Adem Ayem. Filosofi didalam lagu Bayeman adalah para petani yang dipenuhi dengan rasa adem atau tenang dan tentram ketika telah Panen karena banyaknya Padi.
“Kalau dulu kan banyak Leuit atau tempat menyimpan padi, ketika panen beras hasil panen disimpan di Leuit, itu yang membuat para petani merasa Adem Ayem atau tenang dan tentram” lanjut Supriyatna.
Seni Cibatokan saat ini tidak hanya untuk dipelajari atau diketahui oleh warganya saja. Menurut Supriyatna, masyarakat Desa Cibatok terutama pengelola Seni Cibatokan sangat terbuka untuk siapapun dan dari daerah manapun yang ingin datang untuk mengetahui dan belajar Seni Cibatokan. Tujuannya adalah agar Seni Cibatokan tidak hilang dan tetap bisa diketahui oleh masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....