Kisah Perjalanan Radio Republik Indonesia Hingga Era Digital
- 13 Feb 2025 15:12 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung. Radio Republik Indonesia (RRI) adalah satu-satunya stasiun radio nasional milik pemerintah Indonesia. RRI didirikan pada 11 September 1945, dan hingga saat ini tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Radio Nasional.
Perjalanan siaran radio di Indonesia terus berkembang dari waktu ke waktu. Dimulai masa pendudukan Jepang sebelum era kemerdekaan hingga kini era digitalisasi.
Masa Pendudukan Jepang dan awal kemerdekaan
Pada masa pendudukan Jepang, semua pesawat Radio disegel dengan tujuan agar rakyat tidak dapat menggunakan siaran radio dari luar negeri. Namun dengan sembunyi-sembunyi dan berkat usaha para pemuda Indonesia yang bekerja di Hoso Kyoku, sebagian rakyat tetap masih bisa mendengarkan siaran-siaran dari luar negeri. Akibat hal ini, sebagian rakyat Indonesia dapat mengetahui peristiwa-peristiwa penting antara lain tatkala Jepang menyerah kepada tentara Sekutu setelah dijatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki.
Berita tersebut diterima dari siaran Radio BBC di London yang sempat terpantau pada tanggal 14 Agustus 1945. Maka sejak itu, para pemuda pejuang dan rakyat Bandung bangkit bersatu untuk merebut Radio Siaran milik Jepang agar dapat digunakan atau dijadikan alat siaran dalam rangka melanjutkan perjuangan menuju Indonesia merdeka.
Era Orde Lama dan Orde Baru
10 tahun setelah berdirinya, RRI bersama dengan 10 radio asing menyiarkan momen yang paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia, yaitu Konferensi Asia-Afrika pertama di kota Bandung. Selama penyelenggaraan KAA, bersama para jurnalis dunia, reporter RRI menempati balkon timur Gedung Merdeka.
Selain itu, peristiwa G30S/PKI yang pecah pada tahun 1965 telah mewarnai sejarah RRI. Ini adalah fase awal Orde Baru yang lahir kemudian dengan diangkatnya Jendral Soeharto yang memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di negeri ini. Pada saat itu RRI merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah Departemen Penerangan Republik Indonesia. Seiring dengan lahirnya Orde Baru, RRI kemudian berubah fungsi dari radio perjuangan milik bangsa, menjadi radio “corong Pemerintah” yang selalu menyiarkan program-program pemerintah demi mengarahkan perjuangan dengan pembangunan di segala bidang yang telah menjadi landasan Orde Baru.

Masa reformasi hingga saat ini
Krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997 hingga 1998 mengakibatkan perubahan besar bagi sendi-sendi kehidupan Indonesia, tidak terkecuali RRI. Gelombang aksi unjuk rasa hingga kerusuhan yang melibatkan mahasiswa semakin meluas.
Melihat adanya gelombang demonstrasi yang berujung pada jatuhnya Orde Baru, RRI menyadari bahwa perlu dilakukan perubahan arah dari Government service broadcasting menjadi Public service broadcasting agar RRI dapat mempertahankan eksistensinya sebagai radio perjuangan. Setelah berbagai diskusi dan ditambah lagi dengan dibubarkannya Deppen pada tahun 1999, angkasawan-angkasawati RRI memutuskan untuk tidak lagi menempatkannya sebagai Unit Pelaksana Teknis, dan secara bertahap menjadi sebuah Lembaga Penyiaran Publik. Salah satu langkah awalnya adalah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 2000 yang mengubah status RRI menjadi Perusahaan Jawatan.
Setelah UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran dan PP No. 11 tahun 2005, status kelembagaan RRI mengalami perubahan menjadi Lembaga Penyiaran Publik. Dengan adanya perubahan status ini, semua RRI Cabang daerah sebelumnya menyandang status stasiun kini berubah menjadi satuan Kerja (Satker).
Era Digitalisasi
Di era digitalisasi, Radio menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah persaingan dengan platform digital lainnya seperti layanan streaming musik dan video. Untuk tetap bersaing, banyak stasiun radio kini berinvestasi dalam teknologi baru. Mereka mengembangkan aplikasi mobile, memanfaatkan media sosial untuk promosi dan interaksi, serta mengintegrasikan analitik data untuk memahami preferensi pendengar. Radio tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan mengadopsi teknologi baru untuk memperluas jangkauannya dan menarik audiens yang lebih beragam.
Untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat pendengar, RRI menggunakan aplikasi yang dirancang untuk memberikan akses mudah kepada pendengar untuk menikmati berbagai konten RRI kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital yang diberi nama RRI Digital.
Dengan tampilan baru yang optimal, pengguna dapat membuat dan mengunggah konten sendiri, seperti playlist, podcast, video, artikel, dan dokumen, dibantu oleh tutorial yang tersedia di dalam aplikasi.
RRI Digital dilengkapi fitur interaktif yang memungkinkan pendengar berpartisipasi dalam berbagai program siaran melalui pesan dan panggilan.
Aplikasi RRI Digital telah membawa siaran radio ke era digital, menjangkau lebih banyak pendengar dan menyediakan konten yang relevan dan up-to-date. Inovasi ini tidak hanya mempertahankan relevansi RRI di tengah perkembangan teknologi, tetapi juga memperkaya pengalaman mendengarkan radio bagi masyarakat.
Dengan RRI Digital, Radio Republik Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan layanan informasi dan hiburan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia, beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pendengarnya di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....