Keris Diyakini Sebagai Falsafah Hidup
- 30 Des 2024 08:02 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Bagi beberapa masyarakat, keris dianggap sebagai benda pusaka yang mampu menyembuhkan penyakit, mengusir setan, mendatangkan hujan, dan lain sebagainya.
Keris adalah simbol bersatunya seorang hamba dengan Tuhannya. Merupakan ungkapan “curiga manjing warongko jumbuhing kawula lan gusti” yang artinya "bersatulah bilah keris dan warangkanya merupakan simbol bersatunya manusia dengan Tuhannya" hal itu adalah sebuaha filosofi.
Dikutip dari situs resmi Kumparan.com, Filosofi keris merupakan salah satu falsafah hidup yang diyakini oleh masyarakat Jawa hingga kini. Filosofi ini sebagai bentuk penghambaan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa tetapi sebagian orang memaknainya.
Mengutip buku Keris dalam Perspektif Keilmuan (2011), keris merupakan simbol dari keinginan, harapan, cita-cita, dan identitas dari pemiliknya (manusia) untuk menghamba kepada Tuhan, banyak masyarakat Jawa percaya bahwa manusia dan Tuhan itu senatiasa menyatu tanpa jarak.
Mereka yang menjadikan keris sebagai falsafah hidup sejatinya memahami nilai-nilai ketauhidan tersebut.
Filosofi Keris Menurut Kepercayaan Masyarakat Jawa
Salah satu benda pusaka yang banyak ditemukan di pulau Jawa adalah keris. Maka tidak heran jika hampir semua benda pusaka dan budaya Jawa memiliki filosofi yang kuat yang erat kaitannya dengan ketuhanan.
Tidak hanya mengarah pada filsafat keilmuan dan pemahaman ini juga mengacu pada kehidupan spiritual yang dimiliki oleh masing-masing individu. Karena pada dasarnya, filsafat dan pengetahuan tentang Tuhan Yang Maha Esa yang dipahami oleh masyarakat Jawa selalu berjalan beriringan.
Filosofi yang terkenal ini adalah menjadi salah satu usaha untuk memaknai dan meleburkan diri pada Sang Pencipta yang artinya dalam bahasa jawa manunggaling kawula lan gusti.
Jadi, filosofi keris adalah mendekatkan hubungan antara manusia dengan Tuhan sehingga dipercaya masyarakat Jawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....