Mengenal Berbagai Pertunjukkan Seni Teater di Indonesia
- 24 Nov 2024 00:42 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Negara Indonesia memiliki beragam seni budaya, salah satunya adalah seni tradisional pertunjukkan panggung yang menarik atau serint disebut juga Teater. Setiap daerah memiliki teater tradisional yang berbeda dan salah satunya dipengaruhi oleh sejarah dan wilayahnya sendiri seperti wayang, ludruk, lenong dan masih banyak lagi lainnya.
Secara umum ciri dari teater di Indonesia menggunakan bahasa daerah, kata teater sendiri berasal dari kata Yunani “Theatron” yang berarti tempat menonton atau pertunjukkan drama. Berikut ada beberapa jenis teater yang ada di Indonesia yaitu:
· Lenong, Betawi.
Lenong merupakan teater berasal dari daerah Betawi, ada dua jenis lenong yaitu lenong denes dan lenong preman.
Lenong denes sudah sejak lama tidak dijumpai dikarenakan penerusnya tidak aktif lagi, lenong ini menampilkan para pemain memerankan lakon raja –raja dan pangeran, sedangkan lenong preman dimainkan satu malam penuh dengan melakonkan tentang rakyat biasa. Lenong Betawi menggunakan bahasa Betawi serat perpaduan antara kesenian Gambang Kromo dan elemen-elemen lawakan.
· Longser, Jawa Barat.
Longser adalah teater tradisional berasal dari Jawa Barat, yang berarti siapa saja yang melihat pertunjukkan ini hatinya akan menyentuh dan tergugah. Pada umumnya longser ini sebagai hiburan rakyat yang bersifat sederhana dan jenaka, pertunjukkan ini bisa dilaksanakan dimana saja dan kapan saja dengan dekorasi yang sederhana , dengan penonton yang duduk melingkar.
· Wayang orang, Jawa.
Teater wayang wong atau orang ini sangat berkembangan di pulau Jawa dan Yogyakarta. Wayang orang menceritakan dari kisah pewayangan seperti kisah dari Ramayana, seluruh pemainnya menggunakan busana yang unik dan khas mirip dengan boneka.
· Ludruk, Jawa Timur.
Ludruk merupakan teater tradisional yang memiliki sifat kedaerahan khas dari Jawa Timur, pertunjukkan yang menggunakan bahasa Jawa Timur dan menceritakan kehidupan rakyat yang membela negara dan melawan penjajahan.
· Ketoprak, Yogyakarta.
Teater tradisional ketoprak memainkan beragam kisah 1001 malam atau cerita Ramayana dengan keunikkannya. Ketoprak dan Ludruk mempunyai kemiripan dengan sama-sama mempertunjukkan pertunjukkan musikal dan hanya merupakan hiburan rakyat.
· Mendur, Kepulauan Riau.
Kesenian teater tradisional berasal dari Kepulauan Riau, teater mendu biasanya dikombinasikan bersama pantun, seni tari, silat dan drama.
· Mamanda , Kalimantan Selatan.
Teater tradisional ini memiliki keunikkan yang menonjol yaitu busana yang digunakan sangat mewah dan gemerlap, tema cerita yang diangkat tentang istana sentris kehidupan sang raja-raja.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan dari teater di Indonesia, seperti:
· Keberagaman kebudayaan, di masing-masing daerah memiliki tradisi yang berbeda, sehingga melahirkan teater dengan bentuk beragam.
· Perkembangan teknologi, dengan perkembangan teknologi yang pesat sehingga mempengarhui pertunjukkan dengan gaya modern dalam menyaksikan teater.
· Pengaruh kolonial, datangnya budaya asing mempengaruhi perkembangan teater di Indonesia, dengan masuknya budaya barat.
(Sumber: Sonora.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....