Doa Miskin yang Dipanjatkan Rasulullah
- 19 Nov 2024 11:48 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : "Hidupkan aku dalam keadaan miskin, matikan aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkan aku nanti di hari kiamat dengan orang-orang miskin," demikian salah satu Doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk ditauladani ummatnya.
Ini sebenarnya doa yang berbeda konteks seperti makna masyarakat kebanyakan yang melihatnya dari sisi duniawi dan dimaknai dengan harta. “Ternyata bukan miskin harta yang dimaksud, melainkan tawadhu’ dan khusuk tidak ada kesombongan dan ketakabburan,” jelas Hudaifah, Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat Mutiara Pagi di Pro 1 RRI, Selasa (19/11/2024).
Dalam hadist lainnya disebutkan, sesungguhnya kemiskinan itu dekat dengan kekufuran. Menurut Hudaifah, hampir-hampir kefakiran (tidak punya harta) itu membuat orang jadi kufur dan kafir, karena bisa melakukan hal seperti mencuri, sehingga tidak disukai.
Namun, ukuran kemuliaan seseorang bukan dari kaya atau miskin melainkan dari ketaqwaannnya kepada Allah. Kaya dan miskin hanya sebagai ujian apakah lolos saat diuji dengan keduanya.
Hudaifah menegaskan, berdo’a untuk miskin itu bukan berarti berdoa untuk tidak punya harta atau yang bertentangan dengan tabiat manusia. Bahkan ada orang yang membaca doa miskin ini justru semakin kaya secara harta.
“Sebenarnya Islam itu sangat memerangi kemiskinan, sehingga dalam agama Islam itu ada konsep zakat, infaq, shodaqoh yang tidak ada di agama lain yang dijelaskan secara khusus, karena ini bagian dari memerangi kemiskinan, juga memerangi orang-orang yang tidak mau membagikan hartanya, Islam menginginkah ada kesejahteraan dan kemakmuran, sehingga rakyat menjadi sejahtera," imbuhnya.
Rasulullah juga banyak mengajarkan doa-doa agar terhindar dari kefakiran, seperti diriwayatkan Aisyah RA, bahwa Rasulullah pernah berdoa diantaranya permohonan agar terhindar dari fitnah neraka, adzab kubur dan fitnah dari kefakiran. Islam tidak menjadi musuh kekayaan karena justru dengan kekayaan itu orang bisa berbuat banyak beribadah, berjihad dan amalan-amalan lainnya yang bersifat sosial.
Harta adalah salah satu nikmat dari Allah dan banyak harta tidak menjadi tercela dan tidak mengurangi ibadahnya selama tetap di jalan Allah dan tidak lupa karena harta tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....